Orang Tua Kunci Utama Tumbuh Kembang Anak

Masalah kurang gizi di Indonesia masih cukup tinggi. Berdasarkan Riskesdas tahun 2013 prevalensi kurang gizi di Indonesia menunjukan peningkatan dari 17,9% tahun 2010 menjadi 19,6% pada tahun 2013. Prevalensi kurang gizi muncul pada saat bayi memasuki usia 6 bulan sampai dengan usia 2 (dua) tahun, kondisi ini sangat dipengaruhi oleh tumbuh kembangnya yang tidak optimal. Oleh karena itu, anak harus memperoleh hak dasar seperti pemenuhan kebutuhan makanan, sandang, dan perumahan serta perlindungan dan penghargaan terhadap hak asasinya. baca juga : nutrisi untuk tumbuh kembang anak

Gambar Tumbuh Kembang Anak

Demikian disampaikan Dirjen Bina Gizi dan Kesehatan Ibu dan Anak, dr. Anung Sugihantono saat membuka seminar Peran Keluarga dalam Optimalisasi Tumbuh Kembang Anak, di Jakarta (12/8).

Ditegaskan dr. Anung bahwa dalam UU Nomor 36 tahun Tentang Kesehatan pasal 128  dinyatakan bahwa setiap bayi berhak mendapatkan Air Susu Ibu Eksklusif, pihak keluarga, pemerintah, pemerintah daerah, dan masyarakat harus mendukung ibu bayi secara penuh dengan penyediaan waktu dan fasilitas khusus.

Kewajiban kita untuk menyiapkan anak sejak dini menjadi anak yang sehat, cerdas dan memiliki karakter sesuai dengan nilai-nilai bangsa Indonesia. Persiapan harus dilakukan secara terencana, tepat, intensif dan berkesinambungan baik oleh keluarga, masyarakat, pemerintah maupun swasta. Salah satu upaya yang paling mendasar untuk menjamin pencapaian kualitas tumbuh kembang anak secara optimal sekaligus memenuhi hak anak adalah memberikan makanan terbaik bagi anak sejak lahir hingga usia dua tahun, kata dr. Anung.

Menurt dr. Anung, tahun pertama tumbuh kembang anak merupakan salah satu periode yang paling dinamis dan menarik, terjadi banyak perubahan besar dalam periode ini. Namun, setiap bayi memiliki kecepatan sendiri-sendiri dalam tumbuh kembangnya, oleh karena itu penting bagi para orangtua untuk mengenali pertumbuhan dan perkembangan anaknya.

Pertumbuhan anak yang baik ditandai dengan adanya perubahan ukuran dan bentuk tubuh atau anggota tubuh, seperti bertambahnya berat badan, tinggi badan, dan lingkar kepala. Sedangkan proses perkembangan biasanya ditandai dengan adanya perkembangan mental, emosional, psikososial, psikoseksual, nilai moral dan spiritual. Baik pertumbuhan maupun perkembangan keduanya perlu mendapatkan perhatian yang cukup, baik dari keluarga, masyarakat maupun pemerintah.

Upaya-upaya yang mendukung untuk tumbuh kembang optimal bagi anak sudah dan akan terus dilakukan bahkan dikembangkan ke arah yang lebih baik, salah satunya melalui kegiatan pemantauan pertumbuhan dan perkembangan yang dilakukan di Posyandu, sebagai implementasi dari Peraturan Presiden Republik Indonesia nomor 42 tahun 2013 tentang Gerakan Nasional Percepatan Perbaikan Gizi.

Gerakan Nasinal Percepatan Perbaikan Gizi adalah upaya bersama antara pemerintah dan masyarakat melalui penggalangan partisipasi dan kepedulian pemangku kepentingan secara terencana dan terkoordinasi untuk percepatan perbaikan gizi masyarakat prioritas pada seribu hari pertama kehidupan, yaitu fase kehidupan yang dimulai sejak terbentuknya janin dalam kandungan sampai anak berusia 2(dua) tahun.

Orang tua memiliki peran strategis dalam mendidik dan membantu pertumbuhan dan perkembangan anak. Beberapa informasi yang kiranya penting diketahui dan dilakukan  orang tua dalam mendukung tumbuh kembang optimal bagi anaknya adalah; 1) Memenuhi kebutuhan anak akan makanan yang memenuhi standar emas Pemberian Makanan Bayi dan Anak (PMBA) yaitu; Melakukan Inisiasi Menyusu Dini (IMD), Memberikan ASI Eksklusif; Memberikan Makanan Pendamping ASI (MP-ASI) mulai usia 6 bulan dan Melanjutkan menyusui sampai dua tahun atau lebih; 2) Menjaga kesehatan anak; 3) Berinteraksi dengan anak dengan penuh kasih sayang lewat berbagai kegiatan yang sesuai anak, orang tua dapat memberikan belaian, senyuman, dekapan, penghargaan dan bermain, mendongeng, menyanyi serta memberikan contoh-contoh tingkah laku sehari-hari yang baik dan benar kepada anak.

Dalam seminar yang digagas bersama antara Kemenkes bekerjasama dengan Kementerian Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak, serta Ikatan Dokter Anak Indonesia (IDAI), bertujuan untuk meningkatkan peran keluarga dalam pemenuhan kebutuhan dasar anak agar dapat tumbuh dan berkembang secara optimal, serta meningkatkan peran aktif Organisasi KOWANI dan PKK sebagai motivator dan fasilitator dalam tumbuh kembang anak. Peserta seminar sebanyak 300 orang yang terdiri dari 200 orang Organisasi Anggota KOWANI, 60 orang PKK Pusat dan Wilayah DKI serta 20 orang Dharma Wanita. Seminar ini diharapkan menjadi langkah awal yang akan diteruskan oleh masing-masing organisasi untuk melaksanakan kegiatan pelatihan bagi anggota organisasinya dan masyarakat.

Ini Dia Agenda Kebijakan Menteri Kesehatan 2015-2019

Ini Dia Agenda Kebijakan Menteri Kesehatan 2015-2019-  Di sela-sela sambutannya pada Upacara Peringatan Hari Kesehatan Nasional (HKN) Emas ke-50, Menteri Kesehatan RI, Prof. Dr. dr. Nila F. Moeloek, Sp.M(K), menyatakan bahwa agenda pembangunan kesehatan tahun 2015-2019 adalah mewujudkan akses dan mutu pelayanan kesehatan yang semakin mantap.

Menkes menjelaskan bahwa pengertian dasarnya adalah setiap orang mendapatkan hak pelayanan kesehatan sesuai kebutuhan, di tempat pelayanan kesehatan yang terstandar, dilayani oleh tenaga kesehatan yang kompeten, menggunakan standar pelayanan, dengan biaya yang terjangkau serta mendapatkan informasi yang adekuat atas kebutuhan pelayanan kesehatannya.

Menkes menjelaskan bahwa pengertian dasarnya adalah setiap orang mendapatkan hak pelayanan kesehatan sesuai kebutuhan, di tempat pelayanan kesehatan yang terstandar, dilayani oleh tenaga kesehatan yang kompeten, menggunakan standar pelayanan, dengan biaya yang terjangkau serta mendapatkan informasi yang adekuat atas kebutuhan pelayanan kesehatannya.

“Untuk mewujudkan hal tersebut diperlukan kebersamaan pemahaman semua pemangku kepentingan, komitmen yang kuat dan kepemimpinan yang konsisten baik di tingkat nasional maupun di tingkat daerah”, tutur Menkes.

Menkes menegaskan bahwa semangat melayani, semangat menggerakkan, semangat memandirikan dan memberdayakan, haruslah menjadi konsep pembangunan nasional. Untuk itu, bertepatan dengan peringatan HKN Emas ke-50, Menkes memberi perhatian besar pada 5 hal berikut:
  1. Pembangunan kesehatan merupakan investasi negara khususnya dalam menopang peningkatan Indeks Pembangunan Manusia (IPM), bersama dengan pendidikan dan pendapatan perkapita. Untuk itu, sebagai investasi, orientasi pembangunan kesehatan harus lebih didorong pada aspek-aspek promotif dan preventif tanpa melupakan aspek kuratif rehabilitatif.
  2. Pendekatan sasaran pokok pembangunan kesehatan adalah ibu hamil, bayi dan balita, anak usia sekolah dan remaja, pasangan usia subur, serta usia lanjut, khususnya di daerah populasi tinggi, terpencil, perbatasan, kepulauan, dan rawan bencana.
  3. Diperlukan keterlibatan aktif dari akademisi, komunitas, pelaku usaha dan pemerintah sebagai satu kesatuan team work sebagai bentuk tanggung jawab bersama akan masa depan bangsa, khususnya kualitas sumber daya manusia yang harus mampu bersaing dengan bangsa atau negara lain.
  4. Pola kepemimpinan perlu berubah dari pasif menjadi aktif untuk merespons serta mengantisipasi persoalan yang ada; dari yang sifatnya directive menjadi colaborative; dari yang sifatnya individualism menjadi team work; serta dari yang sifatnya serve menjadi care.
  5. Tata kelola program dan administrasi terus menerus ditingkatkan ke arah yang lebih baik, melalui sinergitas pusat dan daerah. Satu kesatuan siklus manajemen, mulai dari perencanaan, penganggaran, pelaksanaan, pemantauan dan evaluasi, sampai pada pertanggungjawaban serta pengadministrasiannya. Sumber : sehatnegeriku.com

Selamat Bekerja Ibu Menkes : Prof. Dr. dr. Nila F. Moeloek SpM (K)

Terjawab sudah siapa Menteri Kesehatan RI dalam Kabinet Kerja. Presiden Joko Widodo telah menunjuk Prof. Dr. dr. Nila F. Moeloek SpM (K) sebagai Menkes periode 2014 – 2019. Sesungguhnya, nama Nila F. Moeloek tidak asing di dunia kesehatan terutama sejak ditunjuk sebagai Utusan Khusus Presiden RI untuk MDG’s semasa pemerintahan Presiden SBY. Di bawah kepemimpinannya, Nila Moeloek menggagas, membangun dan melaksanakan Pencerah Nusantara, sebuah gerakan inovasi sosial bidang kesehatan khususnya pada Puskesmas, Indonesia MDG Awards pada tahun 2011 – 2014, dan peta kemitraan untuk pembangunan yang memuat data kemitraan lintas sektor dan multi aktor untuk mencapai MDGs.

Sebagai seorang Guru Besar Fakultas Kedokteran Universitas Indonesia, Menkes Nila F. Moeloek telah menulis lebih dari 250 karya dalam bentuk tulisan maupun buku.  Tidak hanya itu, beliau juga aktif memimpin sejumlah organisasi di Indonesia, seperti Ketua Umum Dharma Wanita Persatuan, Ketua Dokter Spesialis Mata Indonesia dan Ketua Umum Yayasan Kanker Indonesia.

Menkes Nila F. Moeloek lahir di Jakarta 11 April 1949. Beliau meraih gelar dokter spesialis mata dari FKUI pada 1974 dan melanjutkan pendidikan superspesialis di University of Amsterdam, Belanda (1980) dan Kobe University, Jepang (1989). Gelar Doktor (cum laude) diraih tahun 2003 dan pada tahun 2007 diangkat sebagai Guru Besar FKUI.

Saat ini beliau juga menjabat sebagai board member The Partnership for Maternal Child and Neonatal Health, sebuah lembaga yang melaksanakan inisiatif strategis Sekjen PBB untuk Kesehatan Ibu dan Anak, serta advisory board member  dari EAT Forum, sebuah inisiatif global berfokus pada isu pangan, kesehatan dan sustainability.

Berita Ini dikeluarkan oleh Pusat Komunikasi Publik Sekretariat Jenderal Kementerian Kesehatan RI. Untuk informasi lebih lanjut dapat menghubungi Halo Kemkes melalui nomor hotline <kode lokal> 500 567, SMS 081281562620, faksimili (021) 52921669, website www.depkes.go.id dan alamat e mail kontak@depkes.go.id.

Menkes Beri Rewards 135 Nakes Teladan di Puskesmas Tingkat Nasional

Puskesmas adalah fasilitas sarana pelayanan kesehatan terdepan dan merupakan ujung tombak pelayanan kesehatan di seluruh Tanah Air, utamanya dalam era Jaminan Kesehatan Nasional (JKN). Saat ini, terdapat sebanyak 9599 Puskesmas tersebar di seluruh Nusantara yang dilengkapi dengan sarana prasarana layanan kesehatan yang diperlukan, serta tenaga kesehatan yang melayani dengan tulus dan ikhlas.

Demikian pernyataan Menteri Kesehatan RI, dr. Nafsiah Mboi, Sp.A, MPH, pada Pemberian Penghargaan 135 orang Tenaga Kesehatan Teladan di Puskesmas Tingkat Nasional yang berasal dari 34 Provinsi, di Kantor Kemenkes RI di Jakarta (14/8). Pada kesempatan tersebut, seluruh Tenaga Kesehatan Teladan di Puskesmas Tingkat Nasional masing-masing mendapatkan plakat, piagam penghargaan, lencana, 1 unit laptop, serta tabungan senilai Rp 15.000.000,- dari Bank BNI.

Tenaga KesehatanTeladan di Puskesmas Tingkat Nasional terdiri dari 3 kategori, yaitu: 1) Tenaga Medis, yaitu Dokter atau Dokter Gigi; 2) Tenaga Keperawatan, yaitu Perawat dan Bidan; 3) Tenaga Kesehatan Masyarakat, yaitu Sanitarian, Epidemiologi Kesehatan, Entomolog Kesehatan, Penyuluh Kesehatan, Asisten Apoteker, atau Analis Laboratorium; serta 4) Tenaga Gizi, yaitu Nutrisionis atau Dietetik.

Keberhasilan pelayanan kesehatan melalui Puskesmas memberikan kontribusi yang cukup besar dalam pembangunan kesehatan. Fungsi Puskesmas yang semula lebih berorientasi kepada upaya kuratif dan rehabilitatif, bergeser kepada upaya preventif dan promotif tanpa mengabaikan upaya kuratif dan rehabilitatif. Fungsi Puskesmas juga semakin kompleks karena menjadi pusat pemberdayaan masyarakat dan pusat pelayanan kesehatan masyarakat tingkat pertama yaitu meliputi pelayanan kesehatan perorangan dengan tujuan utama memelihara dan meningkatkan derajat kesehatan masyarakat serta mencegah penyakit tanpa mengabaikan upaya kuratif dan rehabilitatif.

“Pemilihan tenaga kesehatan teladan di Puskesmas diharapkan dapat menjadi motivasi untuk meningkatkan minat tenaga kesehatan bekerja di Puskesmas agar tetap memiliki semangat juang yang tinggi, serta diharapkan untuk tetap konsisten memberikan pelayanan terbaik kepada masyarakat, dan semakin profesional”, ujar Menkes.

Rangkaian kegiatan dimulai sejak kedatangan para Tenaga Kesehatan Teladan di Puskesmas Tingkat Nasional di Jakarta pada 14 Agustus 2014. Kemudian, para peserta akan memperoleh pemaparan berbagai program kesehatan untuk dikembangkan di daerahnya masing-masing pada 15 Agustus 2014. Selanjutnya pada tanggal 16 Agsutus 2014, para peserta akan mendengarkan Pidato Kenegaraan di Gedung DPR dan malam harinya mengikuti Renungan Suci di Taman Makam Pahlawan Kalibata. Puncaknya, peserta akan mengikuti Peringatan Hari Ulang Tahun Kemerdekaan RI di Istana Negara pada 17 Agustus 2014.

Sumber : website www.depkes.go.id dan email kontak@depkes.go.id.

Wabah Ebola ! WHO Belum Keluarkan Travel Warning

Terkait virus Ebola yang tengah mewabah di Afrika, WHO belum mengeluarkan peringatan perjalanan (travel warning), demikian pula dengan pemerintah Indonesia.

“Peringatan yang ada saat ini berupa pemberitahuan yang diperuntukkan bagi siapapun yang akan bepergian ke Afrika, khususnya ke wilayah yang telah terjangkit wabah Ebola, yaitu Liberia, Sierra Leone, Guinea dan Nigeria”, ujar Menteri Kesehatan RI, dr. Nafsiah Mboi, Sp.A, MPH, kepada media selepas menghadiri kegiatan Halal Bi Halal keluarga besar karyawan/wati Kemenkes RI di Jakarta (4/8).

Menkes menerangkan, tidak banyak warga Indonesia yang bepergian ke wilayah Afrika. Sampai saat ini, belum dilakukan tindakan khusus di Bandara karena tidak ada penerbangan langsung atau direct flight dari keempat affected countries yang masuk ke Indonesia. Meskipun kecil kemungkinan Indonesia terjangkit, namun kewaspadaan terhadap ancaman virus Ebola tetap perlu dilakukan.

“Jadi, kalau mau ke sana kita sudah beritahu bahwa di sana terdapat wabah Ebola. Penularannya melalui kontak langsung dengan cairan tubuh penderita”, ujar Menkes RI.

Menkes juga menambahkan, terdapat upaya bersama antara pimpinan negara-negara tersebut dan WHO untuk melakukan upaya containmentagar orang yang terinfeksi Ebola tidak meninggalkan wilayah tersebut sehingga tidak memperluas penyebaran virus.

Beberapa bulan ini, Ebola menjadi trending topic para ahli penyakit menular di dunia. Jumlah kasus hingga awal bulan Agustus 2014 kemarin sudah lebih 1200 orang, kematian lebih 700 orang. Jumlah ini diperkirakan akan terus bertambah. Ebola menular melalui kontak langsung dengan penderita. Tingkat kematian kasus Ebola dapat mencapai 90%. Hingga saat ini belum ada obat dan vaksin untuk mengobati penyakit akibat virus ini.

Ebola virus terdiri dari 5 genus, yaitu: Bundibugyo ebolavirus (BDBV), Zaire ebolavirus (EBOV), Reston ebolavirus (RESTV), Sudan ebolavirus (SUDV), dan Thai Forest ebolavirus (TAFV). Jenis spesies virus Ebola yang menyebabkan wabah di Afrika adalah BDBV, EBOV, dan SUDV, dapat menimbulkan wabah pada manusia dan angka kematian yang tinggi

Kepada media, Menkes juga menyatakan bahwa Laboratorium Balitbangkes Kemenkes RI telah memiliki kemampuan untuk melakukan pemeriksaan virus Ebola. Hal ini selaras dengan pernyataan Kepala Badan Penelitian dan Pengembangan Kesehatan (Balitbangkes) Kemenkes RI, Prof. dr. Tjandra Yoga Aditama, Sp.P, MARS, DTM&H, DTCE, dalam surat elektroniknya kepada Pusat Komunikasi Publik, Minggu (3/8).

Menurut Prof. Tjandra, pemeriksaan laboratorium untuk deteksi virus dapat dilakukan diantaranya dengan tes antigen detection dan serum neutralization; antibody-capture enzyme-linked immunosorbent assay (ELISA); reverse transcriptase polymerase chain reaction (RT-PCR) assay; electron microscopy; dan Evirus isolation dengan cell culture.

sumber : website www.depkes.go.id dan email kontak@depkes.go.id.

Meski Jumlah Pemudik Meningkat, Angka KLL Menurun

Evaluasi arus mudik lebaran tahun 2014 dinilai cukup bagus, karena meskipun angka pemudik meningkat, namun angka kecelakaan berkurang dan angka kematian pun berkurang.

Demikian disampaikan Menteri Kesehatan RI, dr. Nafsiah Mboi, Sp.A, MPH, saat memberikan keterangan kepada media di sela-sela kegiatan silaturahmi bersama keluarga besar karyawan/wati Kementerian Kesehatan RI di kantor Kemenkes RI, Jakarta (4/8).

Laporan Posko Lebaran Sehat Kemenkes RI hingga H+5 lebaran menyampaikan jumlah kecelakaan pada arus mudik lebaran 2014 tercatat sebanyak 2.595 kejadian, menurun 18,16% dibandingkan angka kecelakaan pada arus mudik lebaran tahun 2013 yaitu 3.171 kejadian. Adapun jumlah korban meninggal dunia tercatat 598 orang (lebih rendah 17,29% dibanding jumlah korban tahun 2013 yakni 723 orang); korban luka berat sebanyak 831 orang (lebih rendah 26,19% dibanding tahun 2013 yaitu 1126 orang); dan korban luka ringan sebanyak 3.270 orang (lebih rendah 19,58% dibanding tahun 2013  yaitu 4.066 orang).

Sementara itu, data gabungan dari 4 Dinas Kesehatan Provinsi, 14 Dinas Kesehatan kabupaten/Kota, 25 Kantor Kesehatan Pelabuhan (KKP) dan 6 Balai Teknik Kesehatan Lingkungan dan Pemberantasan Penyakit Menular (BBTKL PPM), melaporkan jumlah total kejadian penyakit yang ditangani Posko Kesehatan sampai H+5 lebaran tercatat sebanyak 6.183 orang, dengan rincian sebagai berikut: Infeksi Saluran Pernafasan Atas (1.166 orang); hipertensi (525 orang); Demam (392); Cephalgia (382 orang); Gastritis (616 orang); Diare (377 orang); Mialgia (620 orang); Conjungtivis (71 orang); Jantung (69 orang); Trauma atau luka (144 orang); Penyakit lain (1.439 orang); Cek tekanan darah (283 orang); dan Cek kehamilan (99 orang).

“Berarti, melalui pesan kesadaran kepada masyarakat agar mudik sehat selamat, kegiatan pemeriksaan sopir angkutan, penambahan jumlah posko kesehatan, serta disediakannya sarana kereta api dan kapal laut untuk mengangkut pemudik menggunakan sepeda motor,  tentu ini sangat membantu”, tandas Menkes.

Sumber : website www.depkes.go.id dan email kontak@depkes.go.id.

Presiden SBY Resmikan RS Pusat Otak Nasional

Suara sirine pada Senin pagi (14/5) ini menandai peresmian RS Pusat Otak Nasional (RS PON) atau National Brain Center oleh Presiden Republik Indonesia, Dr. H. Susilo Bambang Yudhoyono. Pada saat yang sama Ibu Negara, Ani Yudhoyono beserta Menteri Kesehatan RI, dr. Nafsiah Mboi, Sp.A, MPH; Dirjen Bina Upaya Kesehatan Kemenkes RI, Prof. Dr. dr. med. Akmal Taher, SpU(K); dan Dirut RS Pusat Otak Nasional,dr. Mursyid Bustami, Sp.S(K) KIC, serta para undangan menyaksikan video singkat profil satu-satunya RS rujukan nasional dalam penanganan khusus penyakit otak dan saraf sekaligus sebagai pusat neurosains di Indonesia.

RS PON  berdiri diatas lahan seluas 11.955 m2 di kawasan MT Haryono Cawang, Jakarta. Digagas sebagai upaya untuk dapat mengatasi permasalahan kesehatan otak dan saraf (Neurologi),dengan menjadi pusat  rujukan nasional serta mengembangkan pendidikan dan penelitian di bidang neurologi. Pemancangan tiang pertama pembangunan RS PON dilakukan pada 1 November 2011 dan telah dilakukan soft launching  pada 1 Februari 2013 lalu.

Bangunan RS PON memiliki 11 lantai terdiri dari beberapa kategori ruang rawat inap, yaitu: 2 kamar president suite; 18 kamar VVIP; 36 kamar VIP; 36 tempat tidur kelas I; 22 tempat tidur kelas II, serta 275 tempat tidur kelas III sebagai ruang rawat inap bagi pasien peserta PBI program Jaminan Kesehatan Nasional (JKN) yang dijalankan Badan Penyelenggara Jaminan Sosial bidang Kesehatan (BPJS Kesehatan)
Sebagai RS pusat neurologi yang berkelas dunia dan mampu bersaing secara global, RS PON dilengkapi peralatan kesehatan berteknologi mutakhir, salah satunya CT Scan 250 slice. Dengan penyediaan sarana dan prasarana yang prima, serta peningkatan kualitas pelayanan,  maka diharapkan keberadaan rumah sakit ini akan meningkatkan citra rumah sakit pemerintah di mata masyarakat, dimanarumah sakit pemerintah jugamampu menyediakan pelayanan  dengan  kualitas tinggi,seperti dinegara maju.

RS PON telah mengembangkan penanganan Stroke secara komprehensif dan terpadu oleh tim yang terdiri dari berbagai disiplin ilmu, yaitu dimulai dari penanganan pra hospital, hospital (Unit Gawat Darurat, Unit Stroke) sampai perawatan pasca hospital atau home care setelah pasien dipulangkan, termasuk upaya promotif dan preventif.

Permasalahan Kesehatan Otak dan Saraf

Dalam laporannya, Menteri Kesehatan RI, dr. Nafsiah Mboi, Sp.A, MPH, menerangkan 3 hal utama dalam permasalahan kesehatan otak dan saraf, yaitu: 1) Penyakit otak dan saraf dapat menimbulkan kesakitan, angka kecacatan dan angka kematian yang tinggi; 2) Peningkatan usia harapan hidup (UHH) berdampak pada proses penuaan organ tubuh termasuk otak dan jaringan saraf; dan 3) Peningkatan masalah kesehatan otak lainnya, seperti infeksi saraf akibat HIV-AIDS, trauma kepala, tumor otak, kelainan bawaan, dan lain-lain.

Kejadian terbanyak dari permasalahan di atas adalah penyakit stroke, yang merupakan penyebab kematian utama di hampir seluruh RS di Indonesia, sekitar 15,4%. Hasil Riset Kesehatan Dasar (Riskesdas) Kemenkes RI tahun 2013menunjukkan telah terjadi peningkatan prevalensi stroke di Indonesia dari 8,3 per mil (tahun 2007) menjadi 12,1 per mil (tahun 2013). Prevalensi penyakit Stroke tertinggi di Sulawesi Utara (10,8per mil), Yogyakarta (10,3 per mil), Bangka Belitung  (9,7 per mil) dan  DKI Jakarta (9,7 per mil).
“Prevalensi penderita Strokecenderung lebih tinggi pada masyarakat dengan pendidikan rendah dan masyarakat yang tinggal perkotaan”, ujar Menkes.

Ke depan, prevalensi penderita Stroke dipresiksi akan meningkat menjadi 25-30 per mil. Di samping itu, sebagian dari pasien yang mengalami Stroke akan berakhir dengan kecacatan. Berdasarkan beberapa penelitian didapatkan tingkat kecacatan Stroke mencapai 65%.

UHH penduduk Indonesia mencapai 70,7 tahun pada 2008 dan jumlah populasi usia lanjut diperkirakan mencapai 38% dari jumlah penduduk pada tahun 2025. Kondisi ini akan diikuti oleh proses penuaan atau aging process pada otak dan jaringan saraf yang bila tidak dirawat sejak dini, akan memicu beberapa masalah, yaitu gangguan fungsi kognisi, gangguan gerak, gangguan keseimbangan, dan lain-lain.

“Penyakit tidak menular seperti Stroke kebanyakan disebabkan oleh gaya hidup yang tidak sehat. Untuk itu, masyarakat perlu melaksanakan pendekatan CERDIK yaitu: Cek kesehatan secara teratur, Enyahkan asap rokok, Rajin berolahraga, Diet yang sehat, Istrahat yang cukup, dan Kelola stress, untuk mencegah terkena penyakit Stroke”, tandas Menkes.

Berita ini disiarkan oleh Pusat Komunikasi Publik Sekretariat Jenderal Kementerian Kesehatan RI. Untuk informasi lebih lanjut dapat menghubungi Halo Kemkes melalui nomor hotline <kode lokal> 500-567; SMS 081281562620, faksimili: (021) 52921669, website www.depkes.go.id dan email kontak@depkes.go.id.

Alhamdulillah ! Akhirnya Naskah Undang-undang Kesehatan Jiwa Disetujui

Selasa (8/7) Menteri Kesehatan Republik Indonesia, dr. Nafsiah Mboi, Sp.A., MPH menghadiri acara Rapat Paripurna Dewan ke-31 di gedung Dewan Perwakilan Rakyat (DPR). Selain Menkes, hadir pula beberapa Menteri terkait, seperti Menteri Sosial; Salim Segaf Al Jufrie, Menteri Dalam Negeri; Gamawan Fauzi, Menteri Keuangan Muhamad Chatib Basri dan Menteri Hukum dan HAM; Amir Syamsyudin. Salah satu agenda rapat adalah membahas Rancangan Undang-Undang (RUU) Kesehatan Jiwa yang selama ini tertunda pembahasannya.

Pimpinan Komisi IX DPR RI, Budi Supriyanto, SH, MH menyampaikan laporan proses pembahasan terhadap RUU Kesehatan Jiwa yang masuk dalam RUU Prioritas tahun 2013. Disampaikan, masing-masing fraksi dari sembilan fraksi yang ada telah menyatakan setuju terhadap naskah RUU Kesehatan Jiwa. Diharapkan dengan lahirnya Undang-Undang Kesehatan Jiwa, maka upaya kesehatan jiwa dapat ditingkatkan mutunya dengan berasaskan keadilan, perikemanusiaan, manfaat, transparansi, akuntabilitas, komperehensif, perlindungan dan non diskriminasi.

Selain itu, dengan UU Kesehatan Jiwa, diharapkan dapat memberikan perlindungan dan menjamin pelayanan kesehatan jiwa bagi Orang dengan Masalah Kejiwaan (ODMK) dan Orang dengan Gangguan Jiwa (ODGJ), memberikan pelayanan kesehatan secara terintegrasi, komperehensif dan berkesinambungan melalui upaya promotif, preventif, kuratif, dan rehabilitatif bagi setiap orang terutama ODMK dan ODGJ serta meningkatkan mutu upaya kesehatan jiwa sesuai dengan perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi.

Dalam laporannya, Menkes, Nafsiah Mboi mengatakan RUU ini merupakan hasil kerjasama antara pemerintah, Anggota Dewan dan banyak pihak. Berdasarkan Riset Kesehatan Dasar (Riskesdas) tahun 2013, pada penduduk di atas usia 50 tahun dijumpai prevalensi Orang dengan Gangguan Jiwa Ringan (ODGJR) berjumlah 6% atau sekitar 16 juta orang. Sedangkan prevalensi Orang dengan Gangguan Jiwa Berat (ODGJB) 1,72 per seribu atau sekitar 400 ribu orang, 14,3% atau sekitar 57 ribu orang dengan Gangguan Jiwa Berat pernah dipasung oleh keluarga.

Akses Orang dengan Gangguan Jiwa ke fasilitas pelayanan kesehatan masih perlu ditingkatkan. Perlakuan diskriminatif terhadap Orang dengan Gangguan Jiwa juga masih cukup tinggi serta upaya kesehatan jiwa saat ini, dilaksanakan baru sebatas pengobatan dan rehabilitasi dan belum banyak menjangkau upaya preventif dan promotif. Untuk itulah, dibutuhkan aturan yang komperehensif yang dapat menjamin pemenuhan hak-hak Orang dengan Gangguan Jiwa dan orang dengan masalah kesehatan jiwa.

“Untuk akses pelayanan kesehatan Orang dengan Gangguan Jiwa, saat ini makin mudah. Diagnosa dapat dikenali sedini mungkin, karena dengan disahkannya Undang-Undang Kesehatan Jiwa ini, maka keluarga yang tadinya merasa hal ini merupakan aib dapat langsung melaporkan ke kepala desa, kelurahan dan akan langsung diperiksa serta ditangani oleh Dinas Kesehatan setempat,” jelas Menkes.

Pemerintah berharap Undang-Undang Kesehatan Jiwa yang akan ditetapkan nantinya dapat menjamin bahwa setiap orang dapat mencapai kualitas hidup yang baik, menikmati kehidupan kejiwaan yang sehat, bebas dari ketakutan, tekanan dan gangguan lain yang dapat mengganggu kesehatan jiwa. Di akhir laporannya, Menkes menyampaikan bahwa pemerintah setuju untuk menetapkan Rancangan Undang-Undang Kesehatan Jiwa ini menjadi Undang-Undang.

Original Source : Berita ini disiarkan oleh Pusat Komunikasi Publik Sekretariat Jenderal Kementerian Kesehatan RI. Untuk informasi lebih lanjut dapat menghubungi Halo Kemkes melalui nomor hotline <kode lokal> 500-567; SMS 081281562620, faksimili: (021) 52921669, website www.depkes.go.id dan email kontak@depkes.go.id.

Mengenal Aplastik Anemia

Mengenal Aplastik Anemia - Anemia aplastik ( hipoproliferatif ) disebabkan oleh penurunan pada prekusor sel-sel dalam sumsum tulang dan penggantian sum-sum dengan lemak. Anemia ini bersifat kongenital ( bawaan ). Dapat juga idiopati; akibat dartentu; atau disebabkan  infeksi tertentu; atau disebabkan oleh obat-obatan, zat kimia atau kerusakan akibat radiasi.

Penyerang yang paling umum adalah anti mikrobial ( kloram*phenikol ), arsenik organik, antikonvulsan, fenilbuta*zon, sulfo*namid, dan senyawaan emas. Penyembuhan sempurna dan cepat mungkin dapat diantisipasi jika pemajanan pada pasien dihentikan secara dini.

Jika pemajanan tetap berlangsung setelah terjadi tanda-tanda hipoplasia, depresi sumsum tulang hampir pasti berkembang menjadi gagal semsum tulang komplet dan irreversibel. Diagnosa ditetapkan dari hasil biopsi sumsum tulang.

Manifestasi klinis

  • Awitan bertahap dimulai dengan kelemahan dan pucat; sesak napas saat latihan.
  • Perdarahan abnormal pada sepertiga pasien
  • Adanya granulosit ditunjukkan dengan demam, faringitis akut, bentuk sepsis lain, dan perdarahan.

Penatalaksanaan

Transplantasi sumsum tulang
Pemberian terapi imunosupresif dengan globulin antitimosit ( ATG ).

Terapi Suportif

  • Hentikan semua obat yang menyebabkan anemia tersebut.
  • Cegah timbulnya gejala-gejala dengan melakukan transfusi sel-sel darah merah dan trombosit.
  • Lindungi klien yang rentan terhadap leukopenia dari kontak dengan orang-orang yang menderita infeksi.

TAG : gejala anemia, pengobatan anemia, penyebab anemia, macam-macam anemia, penyakit anemia, makalah anemia, anemia pada ibu hamil, askep anemia

Mengenal Penyakit Arteriosklerosis dan Atreosklerosis

Mengenal Penyakit Arteriosklerosis dan Atreosklerosis
Mengenal Penyakit Arteriosklerosis dan Atreosklerosis - Arteriosklerosis merupakan penyakit arteri yang paling umum. Kondisi ini merupakan proses yang samar dimana serat-serat otot dan lapisan endotelial dari dinding arteri yang kecil serta arteriole menjadi menebal.

Meskipun proses patologi dari Arteriosklerosis dan Aterosklerosis berbeda, sangat jarang terjadi satu kondisi tanpa terjadi kondisi lainnya. Istilahnya digunakan silih berganti. Aterosklerosis terutama mengenai arteri yang besar diseluruh percabangan arteri dalam berbagai tingkatan. Lesi besar, ateroram, adalah area setempat dari bercak lemak dalam fibrosa yang melapisi lumen pembuluh darah yang tersumbat secara perlahan. Bercak ini terutama ditemukan pada aorta abdominalis, koroner, popliteal, dan arteri karotis internal.

Faktor-faktor Risiko


Tidak ada risiko tunggal sebagai penunjang utama; makin banyak jumlah faktor risiko, makin besar kemungkinan berkembangnya penyakit.
  1. Diit tinggi lemak sangat besar pengaruhnya.
  2. Hipertensi
  3. Diabetes
  4. Mero*kok adalah salah satu faktor risiko yang paling besar.
  5. Obesitas, stres, dan kurang olahraga.

Penatalaksanaan


Penatalaksanaan tradisional dari arteriosklerosis tergantung pada modifikasi faktor risiko, pemberian obat, dan tindakan yang berhubungan dengan panyakit yang diakibatkan. Beberapa teknik radiologi telah menunjukkan pentingnya hubungan terapeutik dengan prosedur pembedahan, seperti angiplasti laser dan aterektomi rotasional.

Menggunakan tanaman herbal Rambut dan tongkol jagung ( Zea mays ) baik untuk faktor risiko aterosklerosis seperti  hipertensi, kolesterol tinggi.(Artikel menarik lainnya : Depressive Surgical and Non-surgical Treatment for Acne Scars )

Cara Detoksifikasi Dengan Buah

Cara Detoksifikasi Dengan Buah
DETOKSIFIKASI - Buah-buahan dapat menjadi alternatif alamiah untuk melakukan detoksifikasi. Buah-buahan dapat membersihkan darah, membuang racun yang menumpuk, dan membantu regenerasi sel baru. Manfaat detoksifikasi sangat besar apabila dilakukan secara alamiah, yakni menggunakan buah-buahan organik sebagai pembersih sistem tubuh.( Baca juga : Mengenal Detoksifikasi Herbal )

Buah-buahan organik adalah buah-buahan yang bibitnya memang jenis alamiah, tanpa rekayasa genetik, ditanam dan dibudidayakan tanpa pupuk maupun pestisida kimiawi. Selain itu, buah-buahan organik juga mengandung khasiat tertentu yang dapat mengobati beberapa jenis masalah kesehatan. Buah-buahan organik merupakan metode alternatif yang jauh lebih aman dan alamiah untuk melakukan detoksifikasi daripada obat-obatan atau suplemen buatan.

Selama proses detoks, kita hanya boleh mengomsumsi jus buah. Jus buah tersebut dibuat tanpa air, gula, atau pemanis. Jika ingin memberikan rasa atau aroma pada jus, dapat menambahkan perasan air jeruk nipis atau jahe. Jus buah dapat meringankan tugas organ pencernaan dan sekaligus menghemat energi tubuh.

Buah juga berguna dalam proses pembuangan racun karena merupakan antioksidan yang tinggi. Selain rasanya yang enak, buahpun memberi asupan gizi yang diperlukan oleh tubuh sehingga selama program detoks kita tidak perlu khawatir kehilangan asupan zat gizi.

Pada setiap harinya, jus buah diminum setiap 8 jam sekali diselingi dengan meminum air putih sebanyak mungkin untuk memperlancar proses pembuangan dan menghindari dehidrasi. Buah-buahan yang dianjurkan dalam program ini adalah pepaya, nanas, apel, semangka, melon, belimbing, dan mangga. Komsumsi buah harus bervariasi sepaya asupan gizi dalam tubuh dapat seimbang karena setiap buah memiliki kandungan vitamin dan mineral yang berbeda pula. Sebaiknya buah yang dikomsumsi itu tidak diulang dua kali dalam sehari.

Langkah berpuasa dengan jus dalam jangka pendek ( 2-3 hari ) dapat dilihat sebagai berikut

  1. Sedikitnya tiga hari sebelum memulai puasa, makanlah hanya makanan yang bergizi yang mudah dicerna. Hindari alko*hol, kafe*in, dan gula.
  2. Minumlah cairan dalam jumlah banyak untuk membersihkan sistem tubuh, 10-15 gelas air putih dan jus buah-buahan serta jus sayuran setiap harinya.
  3. Tidak perlu mengomsumsi suplemen vitamin ataupun mineral pada saat berpuasa.
  4. Menggunakan laksatif ( pencahar ) alami seperti lidah buaya atau serbuk Psylium pada saat berpuasa membantu proses eliminasi racun dari dalam tubuh secara lebih efektif.
  5. Akhiri masa berpuasa secara perlahan. Pada hari pertama, makanlah hanya sayuran rebus. Pada hari kedua, diperbolehkan memakan nasi merah. Dianjurkan untuk tidak makan terlalu banyak.
  6. Biasanya, pada hari ketiga setelah menyelesaikan puasa, tubuh akan terasa lebih ringan, bersih, dan segar-berenergi.
Detoksifikasi buah ini bisa dilakukan sebulan sekali. Jika sudah terbiasa, bisa diteruskan lima sampai tujuh hari . Baiknya jika dilaukan pada akhir minggu atau hari libur agar pikiran dan tubuh Anda bisa menjadi lebih santai.

Mengenal Detoksifikasi Herbal

Apa itu detoksifikasi herbal ? Detoksifikasi herbal merupakan proses pembersihan racun-racun dari dalam tubuh dengan menggunakan produk-produk herbal. Detoksifikasi herbal baik untuk pembersihan secara spesifik untuk organ tertentu, misalnya paru-paru atau ginjal. Pada herbal terdapat vitamin, mineral, dan enzim yang penting bagi tubuh.

Berikut ini beberapa contoh herbal yang dapat digunakan untuk detoksifikasi

  • Chamomile dapat membuat otot terasa rileks sehingga tingkat stress dan ketegangan juga ikut menurun. Menurunnya tekanan tersebut, akan menurunkan risiko terkena serangan jantung. Chamomile juga membantu detoksifikasi tubuh dengan memperlancar fungsi ginjal.
  • Licorice, peterseli, marshmallow dan dandelion baik untuk organ hati.
  • Jahe ( zingiber officinale ) yang baik untuk ginjal dapat meningkatkan stamina, mengatasi kembung, masuk angin, pusing, mual dan mencegah muntah.
  • Fennel ( adas ) memiliki fungsi detoksifikasi dalam hal melancarkan sistem pencernaan, meningkatkan semangat, dan dipercaya sanggup mengurangi selulit.
  • Akar alang-alang ( Imperata cyllindrica ) menghilangkan haus, melancarkan kemih, mengatasi radang, dan batu ginjal.
  • Rambut dan tongkol jagung ( Zea mays ) melancarkan kemih, mencegah dan mengatasi batu ginjal, hipertensi, kolesterol tinggi, serta kencing manis.
  • Temu lawak ( Curcuma xanthorrhiza ) meningkatkan stamina, perut kembung, peluruh kentut, mengatasi masuk angin, gangguan lambung dan pencernaan. ( Baca juga : Khasiat Istimewa Temu Lawak )
  • Kencur ( kaempferia galanga ) meningkatkan stamina, mengatasi masuk angin, gangguan lambung dan pencernaan seperti kembung, mual dan muntah.
  • Kunyit ( Curcuma longa ) ) meningkatkan energi, mengatasi radang lambung dan gangguan pencernaan ( kembung dan mual ).
  • Kapulaga ( Amomum cardamomum ) mengatasi perut kembung, sebah, mual, muntah.
  • Cengkeh ( Eugenia aromatica ) mengatasi muntah karena lambung dingin, mual dan kembung.
  • Kayu Manis ( Cinnamomum burmanii ) mengatasi radang lambung, mual, muntah, dan kembung.
  • Herbal dapat dikomsumsi dalam bentuk teh, bubuk atau ekstrak. Bubuk biasanya dikemas dalam kapsul agar lebih muda ditelan. Ekstrak dapat dipilih jika memang memerlukan suatu jenis herbal tertentu. Bentuk yang paling mudah tentunya adalah teh karena mudah dikomsumsi kapanpun. Satu hal yang perlu diingat, detoksifikasi dapat memberikan manfaat maksimal jika diikuti dengan komsumsi makanan yang baik.

Khasiat Istimewa Temu Lawak

Khasiat Istimewa Temu Lawak ( Curcuma xanthorrhiza )
Khasiat Istimewa Temu Lawak  - Tanaman berbentuk terna batang semu dan tingginya dapat mencapai 2 meter. Daunnya lebar dan pada setiap helaian dihubungkan dengan pelepah dan tangkai daun yang agak panjang. Temulawak mempunyai bunga yang berbentuk unik ( bergerombol ) dan berwarna kuning tua. Rimpang temulawak sejak lama telah dikenal sebagai bahan ramuan obat. Aroma dan warna khas dari rimpang temulawak adalah berbau tajam dan daging buahnya berwarna kekuning-kuningan. Daerah tumbuhnya selain di dataran rendah juga dapat tumbuh baik sampai pada ketinggian tanah 1500 meter diatas permukaan. Bagian yang digunakan adalah rimpang.


Kandungan Kimia : CURCUMIN dan ATSIRI

Khasiat : dapat digunakan untuk mengobati sakit limpa, sakit ginjal, sakit pinggang, asma, sakit kepala, masuk angin, maag, menambah selera makan, sembelit.

Khasiat Istimewa Temulawak dan Cara Pembuatan Ramuan :


Sakit Kepala dan Masuk Angin
Beberapa rimpang temulawak diiris tipis-tipis, dikeringkan dan ditumbuk halus sampai menjadi tepung. Kurang lebih 2 gemnggam tepung temulawak direbus dengan 4-5 gelas air sampai mendidih hingga tersisa 3 gelas, kemudian disaring. Diminum 2 kali sehari 1/2 gelas, pagi dan sore.

Maag
1 Rimpang temulawak diiris tipis-tipis dan  diangin-anginkan sebentar, kemudian direbus dengan 5-7 gelas air sampai mendidih dan disaring. Diminum 1 kali sehari 1 gelas.

Sakit Perut dan Sakit Perut saat haid
1 rimpang temulawak diparut, 3 buah mata asam, 1 potong gula kelapa dan garam secukupnya di rebus dengan 3-4 gelas air sampai mendidih hingga tinggal 2 gelas. Diminum 2 kali sehari 1 cangkir, pagi dan sore hari.

Memperbanyak Produksi ASI
1 1/2 rimpang temulawak di parut, kemudian  dicampur dengan tepung sagu secukupnya dan ditambah air panas secukupnya sehingga menjadi bubur. Lalu dimakan biasa.


Memacu ASI yang Macet
1 1/2 rimpang temulawak di parut, bersama dengan satu potong gula aren dan 2-3 sendok makan adonan sagu di rebus dengan satu liter air hingga mendidih, lalu disaring. Diminum 2 kali sehari 1 cangkir secara teratur.

Menambah Selera Makan
2 rimpang temu lawak, 1/4 lengkuas dan 1/2 genggam daun meniran direbus dengan 3 gelas air sampai mendidih hingga tinggal 2 gelas, kemudian disaring. Diminum 2 kali sehari 1/2 gelas.

Sakit Cangkrang
2 rimpang temulawak diiris tipis-tipis, kemudian bersama 1 tangkai buah asam yang sudah masak, 1 ppotong gula kelapa, dan garam secukupnya direbus dengan 1 liter air sampai mendidih dan disaring. Diminum sekali sehari 1 gelas.

Sakit Cacar Air
1 1/2 rimpang diiris tipis-tipis dan dikeringkan, kemudian ditambah 1 tangkai buah asam yang sudah masak direbus bersama dengan 1 liter air sampai mendidih dan disaring. Diminum 2 kali sehari 1 cangkir, pagi dan sore.

Sariawan
1 rimpang temulawak sebesar ibu jari, 3 buah mata asam, dan 1 potong gula aren direbus bersama dengan 2 gelas air sampai mendidih hingga tinggal 1 gelas, kemudian disaring. Diminum biasa.

Menghilangkan Jerawat
1 rimpang temulawak sebesar ibu jari dan 1/2 rimpang kencur diparut, kemudian ditambahkan 1/4 sendok makan biji jintan. 1 tangkai buah asam yang sudah masak dan 1 potong gula aren direbus bersama dengan 8 gelas air sampai mendidih dan disaring. Diminum malam hari secara teratur.

Menghilangkan Bau Badan
1 rimpang temu lawak ditumbuk halus, kemudian direbus dengan 1 liter air dan disaring. Diminum 2 kali sehari 1 cangkir.

Mengenal Katinona dan Metkatinona

NARKOTIKA - Katinona dan Metkatinona, nama ini mencuat saat penangkapan beberapa selebritis, oleh penyidik Badan Narkotika Nasiona ( BNN ) tahun lalu. Menurut berita yang di lansir dari berbagai media menyebutkan bahwa dua nama tersebut positif terdapat dan ada dalam hasil uji urin mereka.  Hal ini membuat Badan Pengawas Obat dan Makanan ( Badan POM ) melaporkan kepada Menteri Kesehatan tentang berita Narkotika Katinona dan Metkatinona.

Mengenal Katinona dan Metkatinona

Katinona merupakan alkaloid psikoaktif yang terdapat pada tanaman Khat ( Cathaedulis Fosk ), sedangkan Metkatinona merupakan senyawa hasil oksidasi dari efedrine yang memiliki efek mirip Anfetamin ( Sumber The Merck Index 14 ).

Berdasarkan UU Nomor 35 Tahun 2009 tentang Narkotika, Katinona [ (-)-(S)-2 aminopropionefon ] dan Metkatinona [ 2-(metilamino)-1-fenilpropan-1-on], termasuk dalam narkotika golongan I sebagaimana tercantum dalam lampiran I Nomor 35 dan Nomor 39, namun tidak termasuk turunan dan garam-garamnya.

Sebagai Narkotika Gol.I, Katinona dan Metkatinona dilarang digunakan untuk kepentingan pelayanan kesehatan, dan hanya dapat digunakan dalam jumlah terbatas untuk pengembangan ilmu pengetahuan dan teknologi. Serta untuk reagensia diagnostik, dan reagensia laboratorium setelah mendapatkan persetujuan dari Menteri Kesehatan, atas rekomendasi Kepala Badan POM.

Dinyatakan dalam laporan Kepala Badan POM, sampai dengan saat ini, Badan POM belum pernah mengeluarkan Analisa hasil Pengawasan Narkotika sebagai rekomendasi kepada Menteri Kesehatan dalam penerbitan Surat Persetujuan Impor ( SPI ), untuk pemasukan Katinona dan Metkatinona. Dengan demikian, Katinona dan Metkatinona yang beredar di Indonesia dapat di pastikan diperoleh secara ilegal/gelap. Oleh karena itu, pencegahan dan pemberantasan penyalahgunaan dan peredaran gelapnya ditangani oleh BNN.

Dalam laporan tersebut ditegaskan bahwa Badan POM akan senantiasa berkoordinasi dengan BNN, dan mendukung dalam upaya pemberantasan peredaran gelap Narkotika. Terutama dalam bidangpengujian laboratorium serta untuk mengawal agar produk-produk legal, tidak disalahgunakan dan diselewengkan ke jalur ilegal.

Pemimpin Berkarakter

MOTIVASI - Umar Abdul Aziz, sering di sebut kholifah ke lima, cucu Umar Ibnul Khotob, kholifah kedua. Pernah suatu malam, Abdul Aziz sedang mengerjakan urusan negara, dengan menggunakan lampu berbiaya dinas. Tiba-tiba, anaknya yang bernama Abdullah, masuk menemui ayahnya. “ Ayah, saya ada perlu untuk berbincang-bincang “, kata Abdullah. Oh ya.. masalah apa ya..nak, urusan keluarga atau negara, tanya Abdul Aziz. Urusan pribadi ayah, jawab Abdullah. Baik kita ngobrol, kata Abdul Aziz, sambil mematikan lampu. Sebab, Abdul Aziz menetapkan dirinya menggunakan fasilitas negara, bukan untuk keluarga dalam kegelapan, tanpa lampu penerang.


Untuk urusan hak dan kewajiban, pemimpin model ini, lebih banyak memenuhi tuntutan kewajiban dan sedikit mengambil haknya. Jikalau negara atau institusi yang dipimpin membutuhkan lebih, maka akan dipenuhi tanpa menuntut hak. Sebab, pemimpin menyadari akan tanggung jawab atas keselamatan dan kemaslahatan rakyat dan negara. Maka wajar jika Jon F Kenedy Presiden Amerika ataupun Sukarno, pernah mengatakan “ jangan tanya apa yang negara berikan kepadamu, tapi bertanyalah apa yang Anda berikan kepada negara

Seperti itulah kira-kira gambaran pempimpin yang berkarakter, yang lebih mendahulukan kepentingan bangsa dan negara diatas kepentingan pribadi atau golongan. Semoga kita bisa mengambil hikmah dari sepenggal kisah yang sarat akan makna dan pelajaran penting bagi kita dalam melaksanakan tanggun jawab kita terhadap bangsa dan negara tercinta.
Bagaimana menurut Anda ?

Keluarga Takut Dengan Efek Samping Imunisasi ? Baca Tips Ini

Keluarga Takut Dengan Efek Samping Imunisasi ? - Jika Anda seorang petugas kesehatan baik itu di puskesmas, rumah sakit dan di fasilitas kesehatan lainnya, tentu Anda telah menemukan berbagai alasan keluarga ketika di tanya mengapa anaknya tidak diberikan imunisasi dasar, benar bukan ? salah satu alasan yang paling sering dilontarkan karen takut dengan efek samping imunisasi seperti demam setelah anak di imunisasi dan lain sebagainya.

Keluarga Takut Dengan Efek Samping Imunisasi ? Baca Tips Ini

Sebagai petugas kesehatan kita punya kewajiban memberikan informasi yang benar dan meluruskan pemahaman keluarga dan orang tua bayi tersebut agar mereka mau membawa anaknya ke posyandu dan tempat layanan kesehatan lainnya untuk mendapatkan imunisasi dasar, lalu bagaiman cara kita meyakinkan keluarga bayi tersebut ?

Berikut ini beberapa tips yang bisa Anda coba , untuk meyakinkan dan meluruskan pemahaman masyarakat bahwa imunisasi penting untuk bayi dan balita.

  • Anda perlu mendatangi keluarga atau mengumpulkan keluarga yang masih takut anaknya sakit/panas akibat efek samping imunisasi.
  • Jelaskan tentang proses imunisasi dalam tubuh bayi atau balita kepada mereka.
  • Berikan contoh atau gambaran tentang bayi/anak yang telah di imunisasi lebih sehat dan gambaran bayi/anak yang tidak di imunisasi yang sering sakit.
  • Berikan kesempatan kepada sasaran untuk bertanya tentang hal-hal yang belum di mengerti.
  • Sampaikan bahwa mewujudkan keluarga yang sehat sebagai suatu hal kebajikan untuk mencapai keluarga sejahtera.
  • Ingatkan tentang pelayanan kesehatan yang bisa di datangi untuk memperoleh imunisasi, seperti posyandu, Puskesmas, RS terdekat, dan lain-lain.

Beberapa Pertanyaan Seputar Imunisasi

lebih baik mencehag dari pada mengobati, hanya masih banyak orang tua yang belum mendapatkan informasi seputar imunisasi. baca selengkapnya
Beberapa Pertanyaan Seputar Imunisasi - Bayi sangat rentan untuk terjangkit penyakit infeksi. Oleh sebab itu, sangat perlu menjaga kesehatan balita karena status kesehatan anak akan mempengaruhi tumbuh kembangnya. Anak yang sering sakit akan terganggu tumbuh kembangnya. Imunisasi adalah salah satu upaya untuk memberikan kekebalan pada anak agar terlindung dari penyakit berbahaya seperti Polio, Campak, Difteri, Tetanus, Pertusis dan Tuberkulosis. Demikian pula imunisasi TT ( Tetanus Toxoid ) yang di berikan pada ibu hamil akan melindungi ibu dan bayinya dari penyakit Tetanus.

Mengingat akan pentingnya Imunisasi bagi Anak, WUS dan Ibu hamil, maka Ada beberapa pertanyaan dan Informasi dasar yang perlu di ketahui seputar Imunisasi.

Apa Itu Imunisasi ?

Imunisasi adalah pemberian vaksin untuk mencegah terjadinya penyakit tertentu.

Apa Itu Imunisasi Rutin ?

Imunisasi rutin adalah kegiatan imunisasi yang secara rutin dilaksanakan pada periode waktu yang telah ditetapkan, berdasarkan kelompok usia sasaran dan tempat pelayanan.

Apa Manfaat Imunisasi ?

  • Untuk Anak : mencegah penderitaan yang disebabkan oleh penyakit, dan kemungkinan cacat atau kematian.
  • Untuk Keluarga : menghilangkan kecemasan dan stres akibat anak sering sakit. Mendorong keluarga untuk menciptakan kondisi bagi anaknya untuk menjalani masa kanak-kanak yang ceria dan sehat.
  • Untuk Negara : memperbaiki tingkat kesehatan, menciptakan bangsa yang kuat dan cerdas untuk melanjutkan pembangunan negara.

Apa Saja Jenis Imunisasi Dasar ?

Imunisasi BCG ( Bacillus, Calmette, Guerin ), DPT ( Difteri, Pertussis, Tetanus ), Polio, Campak, Hepatitis dan Imunisasi TT ( Tetanus Toxoid )

Siapa Saja Yang perlu di Imunisasi ?

Bayi harus mendapat imunisasi dasar lengkap, anak sekolah dan wanita usia subur ( imunisasi lanjutan ).

Apa itu Universal Child Immunization ( UCI ) ?

UCI adalah tercapainya imunisasi dasar lengkap pada bayi ( 0 - 11 bulan ), minimal 80% dalam suatu desa atau kelurahan.

Kapan Waktu pemberian Imunisasi Dasar  Lengkap ?

  • 0-7 hari          : Hepatitis B ( HB ) )
  • 1 bulan           : BCG, Polio 1
  • 2 bulan           : DPT/HB1, Polio 2
  • 3 bulan           : DPT/HB2, Polio 3
  • 4 bulan           : DPT/HB3, Polio 4
  • 9 bulan           : Campak

Dimana Mendapatkan Pelayanan Imunisasi ?

  • Di Pos Pelayanan Terpadu ( Posyandu )
  • Di Puskesmas, rumah sakit bersalin, Balai Kesehatan Ibu dan Anak ( BKIA ) atau rumah sakit pemerintah.
  • Di Praktek Dokter/bidan atau rumah sakit swasta.

Apa Efek Samping Imunisasi ?

Imunisasi kadang dapat mengakibatkan efek samping. Ini adalah tanda baik yang membuktikan bahwa vaksin betul-betul bekerja secara tepat. Efek samping yang biasa terjadi adalah sebagai berikut :
  • BCG : setelah 2 minggu akan terjadi pembengkakan kecil dan merah di tempat suntikan. Setelah 2-3 minggu kemudian pembengkakan akan menjadi abses kecil dan kemudian menjadi luka dengan garis tengah kurang lebih 10 mm. Luka akan sembuh sendiri dengan meninggalkan luka parut yang kecil.
  • DPT : kebanyakan bayi menderita panas pada waktu sore hari setelah mendapatkan imunisasi DPT, tetapi panas akan turun dan hilang dalam waktu 2 hari. Sebagian besar merasa nyeri, sakit, merah atau mendapatkan pengobatan khusus dan akan sembuh sendiri. Bila gejala tersebut tidak timbul, tidak perlu diragukan bahwa imunisasi tersebut tidak memberikan perlindungan dan imunisasi tidak perlu diulang.
  • Polio : jarang timbul efek samping.
  • Campak : anak mungkin panas, kadang disertai dengan kemerahan 4-10 hari sesudah penyuntikkan.
  • Hepatitis : belum pernah dilaporkan adanya efek samping.
  • Tetanus Toksoid : efek samping TT untuk ibu hamil tidak ada. Perlu di ingat efek samping imunisasi jauh lebih ringan dari pada efek penyakit bila bayi tidak di imunisasi.

Laporan : Trend 5 Penyakit Terbanyak Januari 2014 di Wilker Pustu Sungai Baung

Di awal tahun 2014 dengan intensitas curah hujan yang tinggi yang terjadi di beberapa tempat dan daerah, terbukti dengan banyaknya daerah yang terkena banjir, tentunya keadaan ini akan memicu berbagai masalah kesehatan yang berhubungan dengan lingkungan yang kotor dan tidak sehat seperti penyakit kulit dan penyakit pada sistem pencernaan ( diare, dll ).

Laporan : Trend 5 Penyakit Terbanyak Januari 2014 di Wilker Pustu Sungai Baung
Diagram Penyakit Terbesar

Berbeda dengan yang terjadi di wilayah kerja Puskesmas Pembantu Sungai Baung, dimana saat ini curah hujan sedikit, sehingga tampak jalanan berdebu dimana-mana, mungkin keadaan ini yang menyebabkan banyak warga yang menderita gangguan pada saluran pernafasan, seperti demam, batuk dan pilek yang terjadi pada anak bahkan usia dewa*sa.

Penyakit saluran pernafasan ( ISPA ) menjadi trend penyakit yang menempati posisi pertama pada bulan januari 2014, yang diikuti dengan penyakit lainnya, untuk lebih jelasnya silahkan lihat 5 Penyakit terbesar bulan januari 2014 di Puskesmas Pembantu Sungai Baung, sebagai berikut.

ISPA ( Infeksi Saluran Pernafasan Akut )

Dari total kunjungan puskesmas untuk bulan Januari, 54% umumnya datang dengan keluhan demam, batuk dan pilek, dan paling banyak terjadi pada anak usia balita. Sedangkan pada orang tua biasanya tidak terlalu memperhatikan dan tidak semua berobat ke puskesmas bila terjadi keluhan demam dan pilek karena dianggap sebagai gangguan yang ringan dan bisa sembuh sendiri.

Penyakit Gatal Koreng

Penyakit ini identik dengan masalah lingkungan yang kurang bersih dan sehat, serta kebersihan individu yang juga kurang. Penyakit koreng gatal juga banyak terjadi pada usia anak dan balita. Kebiasaan anak-anak di desa yang sering bermain ditanah yang kotor, berendam di sungai akan berisiko terkena gatal dan korengan.25% kunjungan bulan januari datang dengan keluhan gatal dan korengan.

Tekanan Darah Tinggi ( Hipertensi )

Biasanya pasien datang dengan keluhan pusing, sakit kepala, serta adanya keluhan kaku kuduk, setelah di lakukan cek tekanan darah menderita penyakit darah tinggi, walaupun rata-rata masih sifatnya ringan hingga sedang. 15% kunjungan pasien menderita penyakit tekanan darah tinggi.

Asma

Salah satu faktor pemicu Asma biasanya dimulai dengan batuk, kemudian tidak dilakukan perawatan dengan baik sehingga memicu penyakit asmanya kambuh kembali. 6% persen dari kunjungan puskesmas di diagnosa menderita keluhan asma yang kambuh.

Nyeri Tulang dan Sendi

Hampir semua pasien yang datang dengan keluhan nyeri tulang dan sendi berusia 40 – 65 tahun, biasanya nyeri yang timbul sudah sering dialami sebelumnya dan merupakan kunjungan ulang untuk mendapatkan obat-obatan pengurang rasa nyeri ( analgetika ).

Demikianlah 5 penyakit terbesar di Pustu Sungai Baung untuk bulan Januari 2014, yang diambil dan di rangking berdasarkan buku register kunjungan pasien. Bagaimana tren penyakit terbesar di wilayah kerja Anda ?

Status Gizi Berpengaruh Terhadap IQ Anak

Status Gizi Berpengaruh Terhadap IQ Anak

Status Gizi Anak

Asupan gizi yang baik pada anak berpengaruh kuat terhadap kecerdasan anak, benarkan demikian ? secara empiris banyak orang tua telah membuktikan bahwa dengan memberikan asupan gizi yang baik mulai dari kandungan sampai usia anak-anak, kecerdasan anak akan lebih baik dibandingkan jika anak tidak mendapatkan asupan gizi yang adekuat. Seperti di kutip di sehatnegeriku.com, bahwa kekurangan iodium yang dialami oleh anak menyebabkan penurunan kecerdasan 10-15 IQ poin

Sebanyak 44,7% kematian bayi disebabkan karena berat bayi lahir rendah (BBLR), kegagalan pemberian ASI, anak Balita stunting (pendek), kurus, dan kekurangan vitamin A dan mineral Zink.
Demikian penjelasan ini disampaikan  Dirjen Bina Gizi dan Kesehatan Ibu dan Anak, dr. Anung Sugihantono, M.Kes dihadapan  pers pada acaraMedia Gathering SOHO Better U memperingati Hari Gizi Nasional  2014 di Jakarta (22/1).

Secara makro kekurangan gizi di indonesia dapat dikelompokkan dalam tiga kategori, yakni kekurangan vitamin dan dan gangguan akibat kurang iodium, yang kedua stunting atau kurang gizi pada balita, dan yang terakhir kelebihan gizi.

Seperti dilansir di situs sehat negeriku bahwa pemerintah telah melakukan berbagai upaya dalam Untuk menanggulangi stunting dengan melakukan serangkaian kegiatan yang dimulai dari usia remaja dan fokus pada 1000 Hari Pertama Kehidupan, yaitu sejak janin dalam kandungan sampai dengan anak berusia 24 bulan”,  ujar dr. Anung.

Sedangkan masalah kelebihan gizi ini juga memicu timbulnya masalah baru dimana pada anak usia muda yang mengalami kelebihan berat badan akan rentan terjangkit penyakit yang tidak menular seperti banyak yang terjadi saat ini, salah satu cara untuk mencegah obesitas pada anak yakni dengan memantau pertambahan berat badan dan tinggi badan anak secara reguler, cek indeks massa tubuh anak, dan olahraga atau aktivitas fisik yang ringan 3 sampai 5 kali dalam seminggu, serta memantau pengontrolan makanan pada anak.

Akhirnya kita sebagai orang tua menpunyai tugas dan tanggun jawab penuh memantau dan memberikan asupan gizi seimbang dan tidak berlebihan kepada anak-anak kita, dengan demikian diharapkan akan membuat anak selalu sehat dan tentu saja juga kecerdasannya akan baik dan meningkat.( sumber : sehatnegeriku.com)

Rencana Strategis Pustu Sungai Baung Tahun 2014

Tahun Baru Semangat Baru, benar bukan ? ini berarti bahwa pada tahun baru 2014 harusnya kita lebih bersemangat dan lebih baik lagi dari tahun-tahun sebelumnya, baik dalam hal kehidupan pribadi, keluarga dan pekerjaan ( karir ). Demikian juga dalam hal melaksanakan tugas dan tanggung jawab sebagai penyelenggara dan pelaksana di puskemas pembantu, seperti kita ketahui bahwa puskesmas pembantu merupakan front terdepan dan ujung tombak pelayanan kesehatan terdepan, sudah seyogyanya dapat memberikan pelayanan kesehatan yang lebih baik dibandingkan dari tahun lalu.

Rencana Strategis Pustu Sungai Baung Tahun 2014
Renstra Pustu Sungai Baung 2014
Dalam penyusunan program tahunan dan rencana strategis puskesmas pembantu sungai baung tahun 2014 tidak terlepas dari hasil evaluasi pelaksanaan program kesehatan tahun 2013. Dari hasil evaluasi program kesehatan puskemas pembantu sungai baung 2013, ditemukan beberapa isu kesehatan yang belum memenuhi target, berdasarkan cakupan masing-masing program kesehatan dasar dan pengembangan di puskesmas pembantu sungai baung kecamatan pengabuan, teluk nilau kabupaten tanjung jabung barat.

Beberapa poin penting ( masalah ) dari hasil evaluasi program kesehatan di puskesmas pembantu sungai baung diantaranya :

Kesehatan Ibu dan Anak

  • Masih rendahnya cakupan ASI ekslusif dimana pada tahun 2013 hanya mencapai 45 ( 52,32% ) dari target 86 orang. Analisis : Tingkat pengetahuan penduduk desa sungai baung 75% hanya SD, bahkan ada yang tidak lulus, kondisi ini memengaruhi tingkat pengetahuan masyarakat akan manfaat kesehatan, sehingga kesadaran akan pentingnya pemberian ASI ekslusif masih rendah.
  • Masih rendahnya cakupan persalinan oleh petugas kesehatan ( bidan ) dimana data tahun 2013 jumlah cakupan persalinan mencapai 48,5%. Analisis : Kondisi masyarakat desa yang masih berpegang teguh pada adat istiadat dan masyarakat yang religius, dimana ada opini yang berkembang di masyarakat  Desa Sungai Baung “ Masyarakat Melahirkan dengan cara medis, atau ditolong dengan bidan dianggap rendah kedudukannya di mata masyarakat adat, sedangkan melahirkan dengan dukun kampung dianggap derajatnya lebih tinggi “ alasan ini penulis dapatkan berdasarkan hasil wawancara dengan beberapa responden dari masyarakat Desa Sungai Baung ( 23/05/2013 ).

Pemberantasan Penyakit Menular ( P2M )

  • Masih tingginya angka penderita ISPA, dimana pada tahun 2013 ISPA menduduki ranking 1 sepuluh penyakit terbesar dengan 205 temuan kasus. Analisa :Secara geografis Desa Sungai Baung termasuk daerah dengan iklim tropis, kondisi ini memungkinkan pada saat-saat tertentu tingkat polusi debu dari jalan-jalan Desa yang umumnya masih kondisi tanah akan meningkat. Mungkin ini salah satu pemicu tingginya angka penderita ISPA, disamping masalah sanitasi dasar di rumah masyarakat yang belum memenuhi syarat-syarat kesehatan.

Kesehatan Lingkungan

  • Masih rendahnya jumlah jamban sehat keluarga dimana jumlah jamban sehat keluarga pada tahun 2013 adalah sebesar 495 ( 51,08% ) dari jumlah 969 KK yang ada. Analisis : Kondisi daerah yang berawa-rawa dan daerah pasang surut membuat warga kesulitan membuat Jamban Sehat, berbeda dengan masyarakat yang tinggal didaerah dataran tinggi, sehingga mereka menganggap WC cemplung lebih efektif. Pengalaman penulis pada saat melakukan pendekatan kepada masyarakat desa, saat itu saya tanya kepada salah satu warga. “ Pak...Mengapa bapak tidak buat jamban dirumah, biayanya kan  tidak harus mahal, yang penting syarat kesehatannya terpenuhi ? Mubazir mas, di belakang kan kebun saya luas mas, saya bisa BAB disana, dan kebun bisa subur “ jawabnya. Hal demikianlah yang membuat penulis perlu meluruskan pemahaman masyarakat yang keliru, walaupun merubah mainset dan perilaku masyarakat membutuhkan waktu yang lama.

Berikut langkah-langkah strategis yang telah dibuat Puskesmas Pembantu Sungai Baung berdasarkan masalah-masalah diatas, diantaranya :

Masih rendahnya cakupan ASI ekslusif dimana pada tahun 2013 hanya mencapai 45 ( 52,32% ) dari target 86 orang

Kebijakan Puskesmas Pembantu Sungai Baung

  • Melakukan analisis dan merumuskan permasalahan Ibu menyusui di wilayah kerja berdasarkan hasil pendataan.
  • Pendata Ibu menyusui,dan yang mempunyai buku KIA.
  • Bersama pimpinan Puskesmas Teluk nilau melakukan advokasi kepada Camat dan lintas sektor terkait agar didapat dukungan kebijakan dan dana untuk membantu memecahkan masalah permasalahan ibu-ibu menyusui.
  • Mengupayakan setiap bayi mempunyai buku Kia,dan memanfaatkannya setiap kali kunjungan ke Puskesmas,Polindes dan Poskesdes.
  • Pembinaan kader /Remaja Siaga peduli Kesehatan( RSPK)  dengan pengetahuan tentang ASI, keunggulan dan manfaat ASI,kapan ASI diberikan, bagaimana menjaga mutu dan produksi ASI, serta cara menyusui yang benar.

Peran Remaja Siaga Peduli Kesehatan (RSPK) dan Kader Kesehatan.

  • Melakukan pendataan Jumlah seluruh Ibu hamil, ibu menyusui, dan bayi baru lahir yang ada di Desa Sungai baung dengan bimbingan Petugas Kesehatan.
  • Membagikan Leaflet ASI kepada masyarakat Desa sungai Baung, terutama keluarga yang mempunya ibu hamil,ibu menyusui.
  • Melakukan promosi ASI ekslusif dengan memasang poster tentang ASI di Tempat umum dan di jalan.
  • Melakukan kunjungan rumah kepada ibu nifas yang tidak datang ke posyandu dan menganjurkan agar rutin memeriksakan kesehatan bayinya dan mempersiapkan diri untuk memberikan ASI ekslusif.

Masih tingginya angka penderita ISPA, dimana pada tahun 2013 ISPA menduduki ranking 1 sepuluh penyakit terbesar dengan 205 temuan kasus

Kebijakan

  • Melakukan penatalaksanaan standar kasus-kasus ISPA sesuai petunjuk yang ada.
  • Melakukan konsultasi kepada dokter Puskesmas untuk kasus-kasus ISPA tertentu seperti pneumoni berat, penderita dengan wheezing dan stridor.
  • Bersama dokter atau dibawah petunjuk dokter melatih kader kesehatan dan Remaja Siaga Peduli Kesehatan (RSPK).
  • Memberi penyuluhan terutama kepada ibu-ibu bagaimana pencegahan dan perawatan anak dengan penyakit ISPA di rumah.
  • Melakukan tugas-tugas lain yang diberikan pimpinan Puskesmas sehubungan dengan pelaksanaan program pemberantasan penyakit ISPA.

Peran kader dan Remaja Siaga Peduli Kesehatan.

  • Dilatih untuk bisa membedakan kasus pneumonia (pneumonia berat dan pneumonia tidak berat) dari kasus-kasus bukan pneumonia.Memberikan penjelasan dan komunikasi perihal penyakit batuk pilek biasa ( bukan pneumonia ) serta penyakit pneumonia kepada ibu-ibu serta tindakan yang perlu dilakukan oleh ibu yang anaknya menderita penyakit.
  • Memberikan pengobatan sederhana untuk kasus-kasus batuk pilek ( bukan pneumonia ) dengan obat batuk tradisional seperti jeruk nipis dan madu.
  • Merujuk kasus pneumonia berat ke Puskesmas/Rumah Sakit terdekat
  • Mencatat kasus yang ditolong dan dirujuk.
Masih rendahnya jumlah jamban sehat keluarga dimana jumlah jamban sehat keluarga pada tahun 2013 adalah sebesar 495 ( 51,08% ) dari jumlah 969 KK yang ada.

Kebijakan

  • Menyusun dan merumuskan masalah perilaku buang air besar sembarangan berdasarkan hasil pendataan dan pemetaan PHBS di rumah tangga yang ada dalam wilayah Desa Sungai Baung.
  • Melakukan advokasi lintas sektoral guna mendapatkan dukungan kebijakan dalam membantu memecahkan permasalahan agar terjadi perubahan perilaku buang air besar sembarangan.misalnya dengan program STBM.
  • Mengusulkan program Arisan jamban sehat dengan WC gentong sesuai dengan kondisi daerah di Desa Sungai Baung
  • Melakukan bimbingan teknis tentang cara membuat jamban sehat sesuai dengan situasi dan kondisi daerah Desa Sungai Baung.

Peran Kader dan Remaja Siaga Peduli Kesehatan (RSPK)

  • Melakukan pendataan Rumah Tangga yang sudah dan belum memiliki serta menggunakan jamban sehat di wilayah Desa Sungai Baung.
  • Bersama pemerintah, tokoh masyarakat setempat berupaya menggerakkan masyarakat untuk memiliki jamban.
  • Mengadakan arisan warga untuk membangun jamban sehat secara bergilir.
  • Melakukan penyuluhan jamban sehat di setiap kesempatan.
  • Meminta bantuan petugas puskesmas untuk memberikan bimbingan teknis tentang cara-cara membuat jamban sehat sesuai dengan situasi dan kondisi masyarakat Desa Sungai Baung.
Saat ini penulis yang juga sebagai penanggung jawab Peskesmas Pembantu Sungai Baung, sedang melakukan langkah pendekatan lintas program dan lintas sektor guna mendapatkan dukungan moril dan materil agar pelaksanaan program-program tersebut diatas dapat berhasil dan berdaya guna. Semoga

Catatan :
Rencana prioritas yang dibuat berdasarkan besaran masalah yang timbul, dengan demikian penulis hanya membeberkan rencana-rencana strategis dalam menjawab isu-isu kesehatan di Desa Sungai Baung. Sedangkan program dasar lain yang tidak dibahas diatas tetap dilaksanakan sesuai dengan tugas dan fungsi puskesmas pembantu, dan program tersebut telah memenuhi target tahun 2013.

Program JKN Mendapat Pujian dari Bank Dunia

Jaminan Kesehatan Nasional dan BPJS
JKN ( Jaminan Kesehatan Nasional ) merupakan langkah terobosan baru yang di realese Pemerintah Indonesia melalui Kementerian Kesehatan Republik Indonesia guna menjawab tantangan dan tuntutan akan pelayanan kesehatan yang adil dan merata. Program JKN telah mendapat sambutan dan dukungan positif dari bank dunia seperti yang dikutip dari situs sehatnegeriku.com, berikut kutipan beritanya :

“Bank Dunia memuji Indonesia dengan program Jaminan Kesehatan Nasional. Mereka bilang ini syarat untuk menjadi negara maju,” kata Sekretaris Kabinet (Seskab) Dipo Alam saat membuka Penyuluhan Badan Penyelenggara Jaminan Sosial (BPJS) Kesehatan di kantor Setkab, Jakarta, Jumat (17/1) sebagaimana dilansir dalam situs setkab.go.id.

Walaupun masih belum sempurna karena baru dilaksanakan per 1 Januari 2014 ini, Bank Dunia telah memuji pelaksanaan program Jaminan Kesehatan Nasional (JKN) sebagai bagian dari Sistem Jaminan Sosial Nasional (SJSN) yang dilakukan pemerintah.

Terkait hal ini, Seskab meminta seluruh pihak BPJS Kesehatan maupun para pejabat pemerintah untuk aktif mensosialisasikan program Jaminan Kesehatan Nasional itu. Program JKN melalui BPJS Kesehatan yang diluncurkan Presiden Susilo Bambang Yudhoyono di Istana Bogor, pada 31 Desember 2013 itu, kata Seskab, sudah pasti sangat dirasakan manfaatnya oleh masyarakat.

Adapun masih ada kekurangan dalam pelaksanaannya di lapangan, Seskab menilai karena program ini masih baru. “Tidak bisa sekaligus jalan, di beberapa sektor masih ada celah-celah yang harus kita sempurnakan bersama,” tutur Seskab Dipo Alam.

Acara Penyuluhan BPJS Kesehatan ini dihadiri oleh Wakil Seskab Ibnu Purna, Dirut BPJS Kesehatan Fachmi Idris, Deputi Administrasi Djadmiko, Deputi Kesra Siswanto Rosyidi, Deputi Persidangan Dra. Sifa, Deputi Perekonomian Ratih Nurdiati, Staf Khusus Presiden Teuku Faizasyah, dan para pejabat di lingkungan Sekretariat Kabinet. (Humas Setkab/ES).
sumber: sehatnegeriku.com