Laporan : Trend 5 Penyakit Terbanyak Januari 2014 di Wilker Pustu Sungai Baung

Di awal tahun 2014 dengan intensitas curah hujan yang tinggi yang terjadi di beberapa tempat dan daerah, terbukti dengan banyaknya daerah yang terkena banjir, tentunya keadaan ini akan memicu berbagai masalah kesehatan yang berhubungan dengan lingkungan yang kotor dan tidak sehat seperti penyakit kulit dan penyakit pada sistem pencernaan ( diare, dll ).

Laporan : Trend 5 Penyakit Terbanyak Januari 2014 di Wilker Pustu Sungai Baung
Diagram Penyakit Terbesar

Berbeda dengan yang terjadi di wilayah kerja Puskesmas Pembantu Sungai Baung, dimana saat ini curah hujan sedikit, sehingga tampak jalanan berdebu dimana-mana, mungkin keadaan ini yang menyebabkan banyak warga yang menderita gangguan pada saluran pernafasan, seperti demam, batuk dan pilek yang terjadi pada anak bahkan usia dewa*sa.

Penyakit saluran pernafasan ( ISPA ) menjadi trend penyakit yang menempati posisi pertama pada bulan januari 2014, yang diikuti dengan penyakit lainnya, untuk lebih jelasnya silahkan lihat 5 Penyakit terbesar bulan januari 2014 di Puskesmas Pembantu Sungai Baung, sebagai berikut.

ISPA ( Infeksi Saluran Pernafasan Akut )

Dari total kunjungan puskesmas untuk bulan Januari, 54% umumnya datang dengan keluhan demam, batuk dan pilek, dan paling banyak terjadi pada anak usia balita. Sedangkan pada orang tua biasanya tidak terlalu memperhatikan dan tidak semua berobat ke puskesmas bila terjadi keluhan demam dan pilek karena dianggap sebagai gangguan yang ringan dan bisa sembuh sendiri.

Penyakit Gatal Koreng

Penyakit ini identik dengan masalah lingkungan yang kurang bersih dan sehat, serta kebersihan individu yang juga kurang. Penyakit koreng gatal juga banyak terjadi pada usia anak dan balita. Kebiasaan anak-anak di desa yang sering bermain ditanah yang kotor, berendam di sungai akan berisiko terkena gatal dan korengan.25% kunjungan bulan januari datang dengan keluhan gatal dan korengan.

Tekanan Darah Tinggi ( Hipertensi )

Biasanya pasien datang dengan keluhan pusing, sakit kepala, serta adanya keluhan kaku kuduk, setelah di lakukan cek tekanan darah menderita penyakit darah tinggi, walaupun rata-rata masih sifatnya ringan hingga sedang. 15% kunjungan pasien menderita penyakit tekanan darah tinggi.

Asma

Salah satu faktor pemicu Asma biasanya dimulai dengan batuk, kemudian tidak dilakukan perawatan dengan baik sehingga memicu penyakit asmanya kambuh kembali. 6% persen dari kunjungan puskesmas di diagnosa menderita keluhan asma yang kambuh.

Nyeri Tulang dan Sendi

Hampir semua pasien yang datang dengan keluhan nyeri tulang dan sendi berusia 40 – 65 tahun, biasanya nyeri yang timbul sudah sering dialami sebelumnya dan merupakan kunjungan ulang untuk mendapatkan obat-obatan pengurang rasa nyeri ( analgetika ).

Demikianlah 5 penyakit terbesar di Pustu Sungai Baung untuk bulan Januari 2014, yang diambil dan di rangking berdasarkan buku register kunjungan pasien. Bagaimana tren penyakit terbesar di wilayah kerja Anda ?

Status Gizi Berpengaruh Terhadap IQ Anak

Status Gizi Berpengaruh Terhadap IQ Anak

Status Gizi Anak

Asupan gizi yang baik pada anak berpengaruh kuat terhadap kecerdasan anak, benarkan demikian ? secara empiris banyak orang tua telah membuktikan bahwa dengan memberikan asupan gizi yang baik mulai dari kandungan sampai usia anak-anak, kecerdasan anak akan lebih baik dibandingkan jika anak tidak mendapatkan asupan gizi yang adekuat. Seperti di kutip di sehatnegeriku.com, bahwa kekurangan iodium yang dialami oleh anak menyebabkan penurunan kecerdasan 10-15 IQ poin

Sebanyak 44,7% kematian bayi disebabkan karena berat bayi lahir rendah (BBLR), kegagalan pemberian ASI, anak Balita stunting (pendek), kurus, dan kekurangan vitamin A dan mineral Zink.
Demikian penjelasan ini disampaikan  Dirjen Bina Gizi dan Kesehatan Ibu dan Anak, dr. Anung Sugihantono, M.Kes dihadapan  pers pada acaraMedia Gathering SOHO Better U memperingati Hari Gizi Nasional  2014 di Jakarta (22/1).

Secara makro kekurangan gizi di indonesia dapat dikelompokkan dalam tiga kategori, yakni kekurangan vitamin dan dan gangguan akibat kurang iodium, yang kedua stunting atau kurang gizi pada balita, dan yang terakhir kelebihan gizi.

Seperti dilansir di situs sehat negeriku bahwa pemerintah telah melakukan berbagai upaya dalam Untuk menanggulangi stunting dengan melakukan serangkaian kegiatan yang dimulai dari usia remaja dan fokus pada 1000 Hari Pertama Kehidupan, yaitu sejak janin dalam kandungan sampai dengan anak berusia 24 bulan”,  ujar dr. Anung.

Sedangkan masalah kelebihan gizi ini juga memicu timbulnya masalah baru dimana pada anak usia muda yang mengalami kelebihan berat badan akan rentan terjangkit penyakit yang tidak menular seperti banyak yang terjadi saat ini, salah satu cara untuk mencegah obesitas pada anak yakni dengan memantau pertambahan berat badan dan tinggi badan anak secara reguler, cek indeks massa tubuh anak, dan olahraga atau aktivitas fisik yang ringan 3 sampai 5 kali dalam seminggu, serta memantau pengontrolan makanan pada anak.

Akhirnya kita sebagai orang tua menpunyai tugas dan tanggun jawab penuh memantau dan memberikan asupan gizi seimbang dan tidak berlebihan kepada anak-anak kita, dengan demikian diharapkan akan membuat anak selalu sehat dan tentu saja juga kecerdasannya akan baik dan meningkat.( sumber : sehatnegeriku.com)

Rencana Strategis Pustu Sungai Baung Tahun 2014

Tahun Baru Semangat Baru, benar bukan ? ini berarti bahwa pada tahun baru 2014 harusnya kita lebih bersemangat dan lebih baik lagi dari tahun-tahun sebelumnya, baik dalam hal kehidupan pribadi, keluarga dan pekerjaan ( karir ). Demikian juga dalam hal melaksanakan tugas dan tanggung jawab sebagai penyelenggara dan pelaksana di puskemas pembantu, seperti kita ketahui bahwa puskesmas pembantu merupakan front terdepan dan ujung tombak pelayanan kesehatan terdepan, sudah seyogyanya dapat memberikan pelayanan kesehatan yang lebih baik dibandingkan dari tahun lalu.

Rencana Strategis Pustu Sungai Baung Tahun 2014
Renstra Pustu Sungai Baung 2014
Dalam penyusunan program tahunan dan rencana strategis puskesmas pembantu sungai baung tahun 2014 tidak terlepas dari hasil evaluasi pelaksanaan program kesehatan tahun 2013. Dari hasil evaluasi program kesehatan puskemas pembantu sungai baung 2013, ditemukan beberapa isu kesehatan yang belum memenuhi target, berdasarkan cakupan masing-masing program kesehatan dasar dan pengembangan di puskesmas pembantu sungai baung kecamatan pengabuan, teluk nilau kabupaten tanjung jabung barat.

Beberapa poin penting ( masalah ) dari hasil evaluasi program kesehatan di puskesmas pembantu sungai baung diantaranya :

Kesehatan Ibu dan Anak

  • Masih rendahnya cakupan ASI ekslusif dimana pada tahun 2013 hanya mencapai 45 ( 52,32% ) dari target 86 orang. Analisis : Tingkat pengetahuan penduduk desa sungai baung 75% hanya SD, bahkan ada yang tidak lulus, kondisi ini memengaruhi tingkat pengetahuan masyarakat akan manfaat kesehatan, sehingga kesadaran akan pentingnya pemberian ASI ekslusif masih rendah.
  • Masih rendahnya cakupan persalinan oleh petugas kesehatan ( bidan ) dimana data tahun 2013 jumlah cakupan persalinan mencapai 48,5%. Analisis : Kondisi masyarakat desa yang masih berpegang teguh pada adat istiadat dan masyarakat yang religius, dimana ada opini yang berkembang di masyarakat  Desa Sungai Baung “ Masyarakat Melahirkan dengan cara medis, atau ditolong dengan bidan dianggap rendah kedudukannya di mata masyarakat adat, sedangkan melahirkan dengan dukun kampung dianggap derajatnya lebih tinggi “ alasan ini penulis dapatkan berdasarkan hasil wawancara dengan beberapa responden dari masyarakat Desa Sungai Baung ( 23/05/2013 ).

Pemberantasan Penyakit Menular ( P2M )

  • Masih tingginya angka penderita ISPA, dimana pada tahun 2013 ISPA menduduki ranking 1 sepuluh penyakit terbesar dengan 205 temuan kasus. Analisa :Secara geografis Desa Sungai Baung termasuk daerah dengan iklim tropis, kondisi ini memungkinkan pada saat-saat tertentu tingkat polusi debu dari jalan-jalan Desa yang umumnya masih kondisi tanah akan meningkat. Mungkin ini salah satu pemicu tingginya angka penderita ISPA, disamping masalah sanitasi dasar di rumah masyarakat yang belum memenuhi syarat-syarat kesehatan.

Kesehatan Lingkungan

  • Masih rendahnya jumlah jamban sehat keluarga dimana jumlah jamban sehat keluarga pada tahun 2013 adalah sebesar 495 ( 51,08% ) dari jumlah 969 KK yang ada. Analisis : Kondisi daerah yang berawa-rawa dan daerah pasang surut membuat warga kesulitan membuat Jamban Sehat, berbeda dengan masyarakat yang tinggal didaerah dataran tinggi, sehingga mereka menganggap WC cemplung lebih efektif. Pengalaman penulis pada saat melakukan pendekatan kepada masyarakat desa, saat itu saya tanya kepada salah satu warga. “ Pak...Mengapa bapak tidak buat jamban dirumah, biayanya kan  tidak harus mahal, yang penting syarat kesehatannya terpenuhi ? Mubazir mas, di belakang kan kebun saya luas mas, saya bisa BAB disana, dan kebun bisa subur “ jawabnya. Hal demikianlah yang membuat penulis perlu meluruskan pemahaman masyarakat yang keliru, walaupun merubah mainset dan perilaku masyarakat membutuhkan waktu yang lama.

Berikut langkah-langkah strategis yang telah dibuat Puskesmas Pembantu Sungai Baung berdasarkan masalah-masalah diatas, diantaranya :

Masih rendahnya cakupan ASI ekslusif dimana pada tahun 2013 hanya mencapai 45 ( 52,32% ) dari target 86 orang

Kebijakan Puskesmas Pembantu Sungai Baung

  • Melakukan analisis dan merumuskan permasalahan Ibu menyusui di wilayah kerja berdasarkan hasil pendataan.
  • Pendata Ibu menyusui,dan yang mempunyai buku KIA.
  • Bersama pimpinan Puskesmas Teluk nilau melakukan advokasi kepada Camat dan lintas sektor terkait agar didapat dukungan kebijakan dan dana untuk membantu memecahkan masalah permasalahan ibu-ibu menyusui.
  • Mengupayakan setiap bayi mempunyai buku Kia,dan memanfaatkannya setiap kali kunjungan ke Puskesmas,Polindes dan Poskesdes.
  • Pembinaan kader /Remaja Siaga peduli Kesehatan( RSPK)  dengan pengetahuan tentang ASI, keunggulan dan manfaat ASI,kapan ASI diberikan, bagaimana menjaga mutu dan produksi ASI, serta cara menyusui yang benar.

Peran Remaja Siaga Peduli Kesehatan (RSPK) dan Kader Kesehatan.

  • Melakukan pendataan Jumlah seluruh Ibu hamil, ibu menyusui, dan bayi baru lahir yang ada di Desa Sungai baung dengan bimbingan Petugas Kesehatan.
  • Membagikan Leaflet ASI kepada masyarakat Desa sungai Baung, terutama keluarga yang mempunya ibu hamil,ibu menyusui.
  • Melakukan promosi ASI ekslusif dengan memasang poster tentang ASI di Tempat umum dan di jalan.
  • Melakukan kunjungan rumah kepada ibu nifas yang tidak datang ke posyandu dan menganjurkan agar rutin memeriksakan kesehatan bayinya dan mempersiapkan diri untuk memberikan ASI ekslusif.

Masih tingginya angka penderita ISPA, dimana pada tahun 2013 ISPA menduduki ranking 1 sepuluh penyakit terbesar dengan 205 temuan kasus

Kebijakan

  • Melakukan penatalaksanaan standar kasus-kasus ISPA sesuai petunjuk yang ada.
  • Melakukan konsultasi kepada dokter Puskesmas untuk kasus-kasus ISPA tertentu seperti pneumoni berat, penderita dengan wheezing dan stridor.
  • Bersama dokter atau dibawah petunjuk dokter melatih kader kesehatan dan Remaja Siaga Peduli Kesehatan (RSPK).
  • Memberi penyuluhan terutama kepada ibu-ibu bagaimana pencegahan dan perawatan anak dengan penyakit ISPA di rumah.
  • Melakukan tugas-tugas lain yang diberikan pimpinan Puskesmas sehubungan dengan pelaksanaan program pemberantasan penyakit ISPA.

Peran kader dan Remaja Siaga Peduli Kesehatan.

  • Dilatih untuk bisa membedakan kasus pneumonia (pneumonia berat dan pneumonia tidak berat) dari kasus-kasus bukan pneumonia.Memberikan penjelasan dan komunikasi perihal penyakit batuk pilek biasa ( bukan pneumonia ) serta penyakit pneumonia kepada ibu-ibu serta tindakan yang perlu dilakukan oleh ibu yang anaknya menderita penyakit.
  • Memberikan pengobatan sederhana untuk kasus-kasus batuk pilek ( bukan pneumonia ) dengan obat batuk tradisional seperti jeruk nipis dan madu.
  • Merujuk kasus pneumonia berat ke Puskesmas/Rumah Sakit terdekat
  • Mencatat kasus yang ditolong dan dirujuk.
Masih rendahnya jumlah jamban sehat keluarga dimana jumlah jamban sehat keluarga pada tahun 2013 adalah sebesar 495 ( 51,08% ) dari jumlah 969 KK yang ada.

Kebijakan

  • Menyusun dan merumuskan masalah perilaku buang air besar sembarangan berdasarkan hasil pendataan dan pemetaan PHBS di rumah tangga yang ada dalam wilayah Desa Sungai Baung.
  • Melakukan advokasi lintas sektoral guna mendapatkan dukungan kebijakan dalam membantu memecahkan permasalahan agar terjadi perubahan perilaku buang air besar sembarangan.misalnya dengan program STBM.
  • Mengusulkan program Arisan jamban sehat dengan WC gentong sesuai dengan kondisi daerah di Desa Sungai Baung
  • Melakukan bimbingan teknis tentang cara membuat jamban sehat sesuai dengan situasi dan kondisi daerah Desa Sungai Baung.

Peran Kader dan Remaja Siaga Peduli Kesehatan (RSPK)

  • Melakukan pendataan Rumah Tangga yang sudah dan belum memiliki serta menggunakan jamban sehat di wilayah Desa Sungai Baung.
  • Bersama pemerintah, tokoh masyarakat setempat berupaya menggerakkan masyarakat untuk memiliki jamban.
  • Mengadakan arisan warga untuk membangun jamban sehat secara bergilir.
  • Melakukan penyuluhan jamban sehat di setiap kesempatan.
  • Meminta bantuan petugas puskesmas untuk memberikan bimbingan teknis tentang cara-cara membuat jamban sehat sesuai dengan situasi dan kondisi masyarakat Desa Sungai Baung.
Saat ini penulis yang juga sebagai penanggung jawab Peskesmas Pembantu Sungai Baung, sedang melakukan langkah pendekatan lintas program dan lintas sektor guna mendapatkan dukungan moril dan materil agar pelaksanaan program-program tersebut diatas dapat berhasil dan berdaya guna. Semoga

Catatan :
Rencana prioritas yang dibuat berdasarkan besaran masalah yang timbul, dengan demikian penulis hanya membeberkan rencana-rencana strategis dalam menjawab isu-isu kesehatan di Desa Sungai Baung. Sedangkan program dasar lain yang tidak dibahas diatas tetap dilaksanakan sesuai dengan tugas dan fungsi puskesmas pembantu, dan program tersebut telah memenuhi target tahun 2013.

Program JKN Mendapat Pujian dari Bank Dunia

Jaminan Kesehatan Nasional dan BPJS
JKN ( Jaminan Kesehatan Nasional ) merupakan langkah terobosan baru yang di realese Pemerintah Indonesia melalui Kementerian Kesehatan Republik Indonesia guna menjawab tantangan dan tuntutan akan pelayanan kesehatan yang adil dan merata. Program JKN telah mendapat sambutan dan dukungan positif dari bank dunia seperti yang dikutip dari situs sehatnegeriku.com, berikut kutipan beritanya :

“Bank Dunia memuji Indonesia dengan program Jaminan Kesehatan Nasional. Mereka bilang ini syarat untuk menjadi negara maju,” kata Sekretaris Kabinet (Seskab) Dipo Alam saat membuka Penyuluhan Badan Penyelenggara Jaminan Sosial (BPJS) Kesehatan di kantor Setkab, Jakarta, Jumat (17/1) sebagaimana dilansir dalam situs setkab.go.id.

Walaupun masih belum sempurna karena baru dilaksanakan per 1 Januari 2014 ini, Bank Dunia telah memuji pelaksanaan program Jaminan Kesehatan Nasional (JKN) sebagai bagian dari Sistem Jaminan Sosial Nasional (SJSN) yang dilakukan pemerintah.

Terkait hal ini, Seskab meminta seluruh pihak BPJS Kesehatan maupun para pejabat pemerintah untuk aktif mensosialisasikan program Jaminan Kesehatan Nasional itu. Program JKN melalui BPJS Kesehatan yang diluncurkan Presiden Susilo Bambang Yudhoyono di Istana Bogor, pada 31 Desember 2013 itu, kata Seskab, sudah pasti sangat dirasakan manfaatnya oleh masyarakat.

Adapun masih ada kekurangan dalam pelaksanaannya di lapangan, Seskab menilai karena program ini masih baru. “Tidak bisa sekaligus jalan, di beberapa sektor masih ada celah-celah yang harus kita sempurnakan bersama,” tutur Seskab Dipo Alam.

Acara Penyuluhan BPJS Kesehatan ini dihadiri oleh Wakil Seskab Ibnu Purna, Dirut BPJS Kesehatan Fachmi Idris, Deputi Administrasi Djadmiko, Deputi Kesra Siswanto Rosyidi, Deputi Persidangan Dra. Sifa, Deputi Perekonomian Ratih Nurdiati, Staf Khusus Presiden Teuku Faizasyah, dan para pejabat di lingkungan Sekretariat Kabinet. (Humas Setkab/ES).
sumber: sehatnegeriku.com