Rencana Strategis Pustu Sungai Baung Tahun 2014

Tahun Baru Semangat Baru, benar bukan ? ini berarti bahwa pada tahun baru 2014 harusnya kita lebih bersemangat dan lebih baik lagi dari tahun-tahun sebelumnya, baik dalam hal kehidupan pribadi, keluarga dan pekerjaan ( karir ). Demikian juga dalam hal melaksanakan tugas dan tanggung jawab sebagai penyelenggara dan pelaksana di puskemas pembantu, seperti kita ketahui bahwa puskesmas pembantu merupakan front terdepan dan ujung tombak pelayanan kesehatan terdepan, sudah seyogyanya dapat memberikan pelayanan kesehatan yang lebih baik dibandingkan dari tahun lalu.

Rencana Strategis Pustu Sungai Baung Tahun 2014
Renstra Pustu Sungai Baung 2014
Dalam penyusunan program tahunan dan rencana strategis puskesmas pembantu sungai baung tahun 2014 tidak terlepas dari hasil evaluasi pelaksanaan program kesehatan tahun 2013. Dari hasil evaluasi program kesehatan puskemas pembantu sungai baung 2013, ditemukan beberapa isu kesehatan yang belum memenuhi target, berdasarkan cakupan masing-masing program kesehatan dasar dan pengembangan di puskesmas pembantu sungai baung kecamatan pengabuan, teluk nilau kabupaten tanjung jabung barat.

Beberapa poin penting ( masalah ) dari hasil evaluasi program kesehatan di puskesmas pembantu sungai baung diantaranya :

Kesehatan Ibu dan Anak

  • Masih rendahnya cakupan ASI ekslusif dimana pada tahun 2013 hanya mencapai 45 ( 52,32% ) dari target 86 orang. Analisis : Tingkat pengetahuan penduduk desa sungai baung 75% hanya SD, bahkan ada yang tidak lulus, kondisi ini memengaruhi tingkat pengetahuan masyarakat akan manfaat kesehatan, sehingga kesadaran akan pentingnya pemberian ASI ekslusif masih rendah.
  • Masih rendahnya cakupan persalinan oleh petugas kesehatan ( bidan ) dimana data tahun 2013 jumlah cakupan persalinan mencapai 48,5%. Analisis : Kondisi masyarakat desa yang masih berpegang teguh pada adat istiadat dan masyarakat yang religius, dimana ada opini yang berkembang di masyarakat  Desa Sungai Baung “ Masyarakat Melahirkan dengan cara medis, atau ditolong dengan bidan dianggap rendah kedudukannya di mata masyarakat adat, sedangkan melahirkan dengan dukun kampung dianggap derajatnya lebih tinggi “ alasan ini penulis dapatkan berdasarkan hasil wawancara dengan beberapa responden dari masyarakat Desa Sungai Baung ( 23/05/2013 ).

Pemberantasan Penyakit Menular ( P2M )

  • Masih tingginya angka penderita ISPA, dimana pada tahun 2013 ISPA menduduki ranking 1 sepuluh penyakit terbesar dengan 205 temuan kasus. Analisa :Secara geografis Desa Sungai Baung termasuk daerah dengan iklim tropis, kondisi ini memungkinkan pada saat-saat tertentu tingkat polusi debu dari jalan-jalan Desa yang umumnya masih kondisi tanah akan meningkat. Mungkin ini salah satu pemicu tingginya angka penderita ISPA, disamping masalah sanitasi dasar di rumah masyarakat yang belum memenuhi syarat-syarat kesehatan.

Kesehatan Lingkungan

  • Masih rendahnya jumlah jamban sehat keluarga dimana jumlah jamban sehat keluarga pada tahun 2013 adalah sebesar 495 ( 51,08% ) dari jumlah 969 KK yang ada. Analisis : Kondisi daerah yang berawa-rawa dan daerah pasang surut membuat warga kesulitan membuat Jamban Sehat, berbeda dengan masyarakat yang tinggal didaerah dataran tinggi, sehingga mereka menganggap WC cemplung lebih efektif. Pengalaman penulis pada saat melakukan pendekatan kepada masyarakat desa, saat itu saya tanya kepada salah satu warga. “ Pak...Mengapa bapak tidak buat jamban dirumah, biayanya kan  tidak harus mahal, yang penting syarat kesehatannya terpenuhi ? Mubazir mas, di belakang kan kebun saya luas mas, saya bisa BAB disana, dan kebun bisa subur “ jawabnya. Hal demikianlah yang membuat penulis perlu meluruskan pemahaman masyarakat yang keliru, walaupun merubah mainset dan perilaku masyarakat membutuhkan waktu yang lama.

Berikut langkah-langkah strategis yang telah dibuat Puskesmas Pembantu Sungai Baung berdasarkan masalah-masalah diatas, diantaranya :

Masih rendahnya cakupan ASI ekslusif dimana pada tahun 2013 hanya mencapai 45 ( 52,32% ) dari target 86 orang

Kebijakan Puskesmas Pembantu Sungai Baung

  • Melakukan analisis dan merumuskan permasalahan Ibu menyusui di wilayah kerja berdasarkan hasil pendataan.
  • Pendata Ibu menyusui,dan yang mempunyai buku KIA.
  • Bersama pimpinan Puskesmas Teluk nilau melakukan advokasi kepada Camat dan lintas sektor terkait agar didapat dukungan kebijakan dan dana untuk membantu memecahkan masalah permasalahan ibu-ibu menyusui.
  • Mengupayakan setiap bayi mempunyai buku Kia,dan memanfaatkannya setiap kali kunjungan ke Puskesmas,Polindes dan Poskesdes.
  • Pembinaan kader /Remaja Siaga peduli Kesehatan( RSPK)  dengan pengetahuan tentang ASI, keunggulan dan manfaat ASI,kapan ASI diberikan, bagaimana menjaga mutu dan produksi ASI, serta cara menyusui yang benar.

Peran Remaja Siaga Peduli Kesehatan (RSPK) dan Kader Kesehatan.

  • Melakukan pendataan Jumlah seluruh Ibu hamil, ibu menyusui, dan bayi baru lahir yang ada di Desa Sungai baung dengan bimbingan Petugas Kesehatan.
  • Membagikan Leaflet ASI kepada masyarakat Desa sungai Baung, terutama keluarga yang mempunya ibu hamil,ibu menyusui.
  • Melakukan promosi ASI ekslusif dengan memasang poster tentang ASI di Tempat umum dan di jalan.
  • Melakukan kunjungan rumah kepada ibu nifas yang tidak datang ke posyandu dan menganjurkan agar rutin memeriksakan kesehatan bayinya dan mempersiapkan diri untuk memberikan ASI ekslusif.

Masih tingginya angka penderita ISPA, dimana pada tahun 2013 ISPA menduduki ranking 1 sepuluh penyakit terbesar dengan 205 temuan kasus

Kebijakan

  • Melakukan penatalaksanaan standar kasus-kasus ISPA sesuai petunjuk yang ada.
  • Melakukan konsultasi kepada dokter Puskesmas untuk kasus-kasus ISPA tertentu seperti pneumoni berat, penderita dengan wheezing dan stridor.
  • Bersama dokter atau dibawah petunjuk dokter melatih kader kesehatan dan Remaja Siaga Peduli Kesehatan (RSPK).
  • Memberi penyuluhan terutama kepada ibu-ibu bagaimana pencegahan dan perawatan anak dengan penyakit ISPA di rumah.
  • Melakukan tugas-tugas lain yang diberikan pimpinan Puskesmas sehubungan dengan pelaksanaan program pemberantasan penyakit ISPA.

Peran kader dan Remaja Siaga Peduli Kesehatan.

  • Dilatih untuk bisa membedakan kasus pneumonia (pneumonia berat dan pneumonia tidak berat) dari kasus-kasus bukan pneumonia.Memberikan penjelasan dan komunikasi perihal penyakit batuk pilek biasa ( bukan pneumonia ) serta penyakit pneumonia kepada ibu-ibu serta tindakan yang perlu dilakukan oleh ibu yang anaknya menderita penyakit.
  • Memberikan pengobatan sederhana untuk kasus-kasus batuk pilek ( bukan pneumonia ) dengan obat batuk tradisional seperti jeruk nipis dan madu.
  • Merujuk kasus pneumonia berat ke Puskesmas/Rumah Sakit terdekat
  • Mencatat kasus yang ditolong dan dirujuk.
Masih rendahnya jumlah jamban sehat keluarga dimana jumlah jamban sehat keluarga pada tahun 2013 adalah sebesar 495 ( 51,08% ) dari jumlah 969 KK yang ada.

Kebijakan

  • Menyusun dan merumuskan masalah perilaku buang air besar sembarangan berdasarkan hasil pendataan dan pemetaan PHBS di rumah tangga yang ada dalam wilayah Desa Sungai Baung.
  • Melakukan advokasi lintas sektoral guna mendapatkan dukungan kebijakan dalam membantu memecahkan permasalahan agar terjadi perubahan perilaku buang air besar sembarangan.misalnya dengan program STBM.
  • Mengusulkan program Arisan jamban sehat dengan WC gentong sesuai dengan kondisi daerah di Desa Sungai Baung
  • Melakukan bimbingan teknis tentang cara membuat jamban sehat sesuai dengan situasi dan kondisi daerah Desa Sungai Baung.

Peran Kader dan Remaja Siaga Peduli Kesehatan (RSPK)

  • Melakukan pendataan Rumah Tangga yang sudah dan belum memiliki serta menggunakan jamban sehat di wilayah Desa Sungai Baung.
  • Bersama pemerintah, tokoh masyarakat setempat berupaya menggerakkan masyarakat untuk memiliki jamban.
  • Mengadakan arisan warga untuk membangun jamban sehat secara bergilir.
  • Melakukan penyuluhan jamban sehat di setiap kesempatan.
  • Meminta bantuan petugas puskesmas untuk memberikan bimbingan teknis tentang cara-cara membuat jamban sehat sesuai dengan situasi dan kondisi masyarakat Desa Sungai Baung.
Saat ini penulis yang juga sebagai penanggung jawab Peskesmas Pembantu Sungai Baung, sedang melakukan langkah pendekatan lintas program dan lintas sektor guna mendapatkan dukungan moril dan materil agar pelaksanaan program-program tersebut diatas dapat berhasil dan berdaya guna. Semoga

Catatan :
Rencana prioritas yang dibuat berdasarkan besaran masalah yang timbul, dengan demikian penulis hanya membeberkan rencana-rencana strategis dalam menjawab isu-isu kesehatan di Desa Sungai Baung. Sedangkan program dasar lain yang tidak dibahas diatas tetap dilaksanakan sesuai dengan tugas dan fungsi puskesmas pembantu, dan program tersebut telah memenuhi target tahun 2013.

0 comments:

Post a Comment