Pemimpin Berkarakter

MOTIVASI - Umar Abdul Aziz, sering di sebut kholifah ke lima, cucu Umar Ibnul Khotob, kholifah kedua. Pernah suatu malam, Abdul Aziz sedang mengerjakan urusan negara, dengan menggunakan lampu berbiaya dinas. Tiba-tiba, anaknya yang bernama Abdullah, masuk menemui ayahnya. “ Ayah, saya ada perlu untuk berbincang-bincang “, kata Abdullah. Oh ya.. masalah apa ya..nak, urusan keluarga atau negara, tanya Abdul Aziz. Urusan pribadi ayah, jawab Abdullah. Baik kita ngobrol, kata Abdul Aziz, sambil mematikan lampu. Sebab, Abdul Aziz menetapkan dirinya menggunakan fasilitas negara, bukan untuk keluarga dalam kegelapan, tanpa lampu penerang.


Untuk urusan hak dan kewajiban, pemimpin model ini, lebih banyak memenuhi tuntutan kewajiban dan sedikit mengambil haknya. Jikalau negara atau institusi yang dipimpin membutuhkan lebih, maka akan dipenuhi tanpa menuntut hak. Sebab, pemimpin menyadari akan tanggung jawab atas keselamatan dan kemaslahatan rakyat dan negara. Maka wajar jika Jon F Kenedy Presiden Amerika ataupun Sukarno, pernah mengatakan “ jangan tanya apa yang negara berikan kepadamu, tapi bertanyalah apa yang Anda berikan kepada negara

Seperti itulah kira-kira gambaran pempimpin yang berkarakter, yang lebih mendahulukan kepentingan bangsa dan negara diatas kepentingan pribadi atau golongan. Semoga kita bisa mengambil hikmah dari sepenggal kisah yang sarat akan makna dan pelajaran penting bagi kita dalam melaksanakan tanggun jawab kita terhadap bangsa dan negara tercinta.
Bagaimana menurut Anda ?

0 comments:

Post a Comment