Mengenal Aplastik Anemia

Mengenal Aplastik Anemia - Anemia aplastik ( hipoproliferatif ) disebabkan oleh penurunan pada prekusor sel-sel dalam sumsum tulang dan penggantian sum-sum dengan lemak. Anemia ini bersifat kongenital ( bawaan ). Dapat juga idiopati; akibat dartentu; atau disebabkan  infeksi tertentu; atau disebabkan oleh obat-obatan, zat kimia atau kerusakan akibat radiasi.

Penyerang yang paling umum adalah anti mikrobial ( kloram*phenikol ), arsenik organik, antikonvulsan, fenilbuta*zon, sulfo*namid, dan senyawaan emas. Penyembuhan sempurna dan cepat mungkin dapat diantisipasi jika pemajanan pada pasien dihentikan secara dini.

Jika pemajanan tetap berlangsung setelah terjadi tanda-tanda hipoplasia, depresi sumsum tulang hampir pasti berkembang menjadi gagal semsum tulang komplet dan irreversibel. Diagnosa ditetapkan dari hasil biopsi sumsum tulang.

Manifestasi klinis

  • Awitan bertahap dimulai dengan kelemahan dan pucat; sesak napas saat latihan.
  • Perdarahan abnormal pada sepertiga pasien
  • Adanya granulosit ditunjukkan dengan demam, faringitis akut, bentuk sepsis lain, dan perdarahan.

Penatalaksanaan

Transplantasi sumsum tulang
Pemberian terapi imunosupresif dengan globulin antitimosit ( ATG ).

Terapi Suportif

  • Hentikan semua obat yang menyebabkan anemia tersebut.
  • Cegah timbulnya gejala-gejala dengan melakukan transfusi sel-sel darah merah dan trombosit.
  • Lindungi klien yang rentan terhadap leukopenia dari kontak dengan orang-orang yang menderita infeksi.

TAG : gejala anemia, pengobatan anemia, penyebab anemia, macam-macam anemia, penyakit anemia, makalah anemia, anemia pada ibu hamil, askep anemia

Mengenal Penyakit Arteriosklerosis dan Atreosklerosis

Mengenal Penyakit Arteriosklerosis dan Atreosklerosis
Mengenal Penyakit Arteriosklerosis dan Atreosklerosis - Arteriosklerosis merupakan penyakit arteri yang paling umum. Kondisi ini merupakan proses yang samar dimana serat-serat otot dan lapisan endotelial dari dinding arteri yang kecil serta arteriole menjadi menebal.

Meskipun proses patologi dari Arteriosklerosis dan Aterosklerosis berbeda, sangat jarang terjadi satu kondisi tanpa terjadi kondisi lainnya. Istilahnya digunakan silih berganti. Aterosklerosis terutama mengenai arteri yang besar diseluruh percabangan arteri dalam berbagai tingkatan. Lesi besar, ateroram, adalah area setempat dari bercak lemak dalam fibrosa yang melapisi lumen pembuluh darah yang tersumbat secara perlahan. Bercak ini terutama ditemukan pada aorta abdominalis, koroner, popliteal, dan arteri karotis internal.

Faktor-faktor Risiko


Tidak ada risiko tunggal sebagai penunjang utama; makin banyak jumlah faktor risiko, makin besar kemungkinan berkembangnya penyakit.
  1. Diit tinggi lemak sangat besar pengaruhnya.
  2. Hipertensi
  3. Diabetes
  4. Mero*kok adalah salah satu faktor risiko yang paling besar.
  5. Obesitas, stres, dan kurang olahraga.

Penatalaksanaan


Penatalaksanaan tradisional dari arteriosklerosis tergantung pada modifikasi faktor risiko, pemberian obat, dan tindakan yang berhubungan dengan panyakit yang diakibatkan. Beberapa teknik radiologi telah menunjukkan pentingnya hubungan terapeutik dengan prosedur pembedahan, seperti angiplasti laser dan aterektomi rotasional.

Menggunakan tanaman herbal Rambut dan tongkol jagung ( Zea mays ) baik untuk faktor risiko aterosklerosis seperti  hipertensi, kolesterol tinggi.(Artikel menarik lainnya : Depressive Surgical and Non-surgical Treatment for Acne Scars )

Cara Detoksifikasi Dengan Buah

Cara Detoksifikasi Dengan Buah
DETOKSIFIKASI - Buah-buahan dapat menjadi alternatif alamiah untuk melakukan detoksifikasi. Buah-buahan dapat membersihkan darah, membuang racun yang menumpuk, dan membantu regenerasi sel baru. Manfaat detoksifikasi sangat besar apabila dilakukan secara alamiah, yakni menggunakan buah-buahan organik sebagai pembersih sistem tubuh.( Baca juga : Mengenal Detoksifikasi Herbal )

Buah-buahan organik adalah buah-buahan yang bibitnya memang jenis alamiah, tanpa rekayasa genetik, ditanam dan dibudidayakan tanpa pupuk maupun pestisida kimiawi. Selain itu, buah-buahan organik juga mengandung khasiat tertentu yang dapat mengobati beberapa jenis masalah kesehatan. Buah-buahan organik merupakan metode alternatif yang jauh lebih aman dan alamiah untuk melakukan detoksifikasi daripada obat-obatan atau suplemen buatan.

Selama proses detoks, kita hanya boleh mengomsumsi jus buah. Jus buah tersebut dibuat tanpa air, gula, atau pemanis. Jika ingin memberikan rasa atau aroma pada jus, dapat menambahkan perasan air jeruk nipis atau jahe. Jus buah dapat meringankan tugas organ pencernaan dan sekaligus menghemat energi tubuh.

Buah juga berguna dalam proses pembuangan racun karena merupakan antioksidan yang tinggi. Selain rasanya yang enak, buahpun memberi asupan gizi yang diperlukan oleh tubuh sehingga selama program detoks kita tidak perlu khawatir kehilangan asupan zat gizi.

Pada setiap harinya, jus buah diminum setiap 8 jam sekali diselingi dengan meminum air putih sebanyak mungkin untuk memperlancar proses pembuangan dan menghindari dehidrasi. Buah-buahan yang dianjurkan dalam program ini adalah pepaya, nanas, apel, semangka, melon, belimbing, dan mangga. Komsumsi buah harus bervariasi sepaya asupan gizi dalam tubuh dapat seimbang karena setiap buah memiliki kandungan vitamin dan mineral yang berbeda pula. Sebaiknya buah yang dikomsumsi itu tidak diulang dua kali dalam sehari.

Langkah berpuasa dengan jus dalam jangka pendek ( 2-3 hari ) dapat dilihat sebagai berikut

  1. Sedikitnya tiga hari sebelum memulai puasa, makanlah hanya makanan yang bergizi yang mudah dicerna. Hindari alko*hol, kafe*in, dan gula.
  2. Minumlah cairan dalam jumlah banyak untuk membersihkan sistem tubuh, 10-15 gelas air putih dan jus buah-buahan serta jus sayuran setiap harinya.
  3. Tidak perlu mengomsumsi suplemen vitamin ataupun mineral pada saat berpuasa.
  4. Menggunakan laksatif ( pencahar ) alami seperti lidah buaya atau serbuk Psylium pada saat berpuasa membantu proses eliminasi racun dari dalam tubuh secara lebih efektif.
  5. Akhiri masa berpuasa secara perlahan. Pada hari pertama, makanlah hanya sayuran rebus. Pada hari kedua, diperbolehkan memakan nasi merah. Dianjurkan untuk tidak makan terlalu banyak.
  6. Biasanya, pada hari ketiga setelah menyelesaikan puasa, tubuh akan terasa lebih ringan, bersih, dan segar-berenergi.
Detoksifikasi buah ini bisa dilakukan sebulan sekali. Jika sudah terbiasa, bisa diteruskan lima sampai tujuh hari . Baiknya jika dilaukan pada akhir minggu atau hari libur agar pikiran dan tubuh Anda bisa menjadi lebih santai.