Menkes Beri Rewards 135 Nakes Teladan di Puskesmas Tingkat Nasional

Puskesmas adalah fasilitas sarana pelayanan kesehatan terdepan dan merupakan ujung tombak pelayanan kesehatan di seluruh Tanah Air, utamanya dalam era Jaminan Kesehatan Nasional (JKN). Saat ini, terdapat sebanyak 9599 Puskesmas tersebar di seluruh Nusantara yang dilengkapi dengan sarana prasarana layanan kesehatan yang diperlukan, serta tenaga kesehatan yang melayani dengan tulus dan ikhlas.

Demikian pernyataan Menteri Kesehatan RI, dr. Nafsiah Mboi, Sp.A, MPH, pada Pemberian Penghargaan 135 orang Tenaga Kesehatan Teladan di Puskesmas Tingkat Nasional yang berasal dari 34 Provinsi, di Kantor Kemenkes RI di Jakarta (14/8). Pada kesempatan tersebut, seluruh Tenaga Kesehatan Teladan di Puskesmas Tingkat Nasional masing-masing mendapatkan plakat, piagam penghargaan, lencana, 1 unit laptop, serta tabungan senilai Rp 15.000.000,- dari Bank BNI.

Tenaga KesehatanTeladan di Puskesmas Tingkat Nasional terdiri dari 3 kategori, yaitu: 1) Tenaga Medis, yaitu Dokter atau Dokter Gigi; 2) Tenaga Keperawatan, yaitu Perawat dan Bidan; 3) Tenaga Kesehatan Masyarakat, yaitu Sanitarian, Epidemiologi Kesehatan, Entomolog Kesehatan, Penyuluh Kesehatan, Asisten Apoteker, atau Analis Laboratorium; serta 4) Tenaga Gizi, yaitu Nutrisionis atau Dietetik.

Keberhasilan pelayanan kesehatan melalui Puskesmas memberikan kontribusi yang cukup besar dalam pembangunan kesehatan. Fungsi Puskesmas yang semula lebih berorientasi kepada upaya kuratif dan rehabilitatif, bergeser kepada upaya preventif dan promotif tanpa mengabaikan upaya kuratif dan rehabilitatif. Fungsi Puskesmas juga semakin kompleks karena menjadi pusat pemberdayaan masyarakat dan pusat pelayanan kesehatan masyarakat tingkat pertama yaitu meliputi pelayanan kesehatan perorangan dengan tujuan utama memelihara dan meningkatkan derajat kesehatan masyarakat serta mencegah penyakit tanpa mengabaikan upaya kuratif dan rehabilitatif.

“Pemilihan tenaga kesehatan teladan di Puskesmas diharapkan dapat menjadi motivasi untuk meningkatkan minat tenaga kesehatan bekerja di Puskesmas agar tetap memiliki semangat juang yang tinggi, serta diharapkan untuk tetap konsisten memberikan pelayanan terbaik kepada masyarakat, dan semakin profesional”, ujar Menkes.

Rangkaian kegiatan dimulai sejak kedatangan para Tenaga Kesehatan Teladan di Puskesmas Tingkat Nasional di Jakarta pada 14 Agustus 2014. Kemudian, para peserta akan memperoleh pemaparan berbagai program kesehatan untuk dikembangkan di daerahnya masing-masing pada 15 Agustus 2014. Selanjutnya pada tanggal 16 Agsutus 2014, para peserta akan mendengarkan Pidato Kenegaraan di Gedung DPR dan malam harinya mengikuti Renungan Suci di Taman Makam Pahlawan Kalibata. Puncaknya, peserta akan mengikuti Peringatan Hari Ulang Tahun Kemerdekaan RI di Istana Negara pada 17 Agustus 2014.

Sumber : website www.depkes.go.id dan email kontak@depkes.go.id.

Wabah Ebola ! WHO Belum Keluarkan Travel Warning

Terkait virus Ebola yang tengah mewabah di Afrika, WHO belum mengeluarkan peringatan perjalanan (travel warning), demikian pula dengan pemerintah Indonesia.

“Peringatan yang ada saat ini berupa pemberitahuan yang diperuntukkan bagi siapapun yang akan bepergian ke Afrika, khususnya ke wilayah yang telah terjangkit wabah Ebola, yaitu Liberia, Sierra Leone, Guinea dan Nigeria”, ujar Menteri Kesehatan RI, dr. Nafsiah Mboi, Sp.A, MPH, kepada media selepas menghadiri kegiatan Halal Bi Halal keluarga besar karyawan/wati Kemenkes RI di Jakarta (4/8).

Menkes menerangkan, tidak banyak warga Indonesia yang bepergian ke wilayah Afrika. Sampai saat ini, belum dilakukan tindakan khusus di Bandara karena tidak ada penerbangan langsung atau direct flight dari keempat affected countries yang masuk ke Indonesia. Meskipun kecil kemungkinan Indonesia terjangkit, namun kewaspadaan terhadap ancaman virus Ebola tetap perlu dilakukan.

“Jadi, kalau mau ke sana kita sudah beritahu bahwa di sana terdapat wabah Ebola. Penularannya melalui kontak langsung dengan cairan tubuh penderita”, ujar Menkes RI.

Menkes juga menambahkan, terdapat upaya bersama antara pimpinan negara-negara tersebut dan WHO untuk melakukan upaya containmentagar orang yang terinfeksi Ebola tidak meninggalkan wilayah tersebut sehingga tidak memperluas penyebaran virus.

Beberapa bulan ini, Ebola menjadi trending topic para ahli penyakit menular di dunia. Jumlah kasus hingga awal bulan Agustus 2014 kemarin sudah lebih 1200 orang, kematian lebih 700 orang. Jumlah ini diperkirakan akan terus bertambah. Ebola menular melalui kontak langsung dengan penderita. Tingkat kematian kasus Ebola dapat mencapai 90%. Hingga saat ini belum ada obat dan vaksin untuk mengobati penyakit akibat virus ini.

Ebola virus terdiri dari 5 genus, yaitu: Bundibugyo ebolavirus (BDBV), Zaire ebolavirus (EBOV), Reston ebolavirus (RESTV), Sudan ebolavirus (SUDV), dan Thai Forest ebolavirus (TAFV). Jenis spesies virus Ebola yang menyebabkan wabah di Afrika adalah BDBV, EBOV, dan SUDV, dapat menimbulkan wabah pada manusia dan angka kematian yang tinggi

Kepada media, Menkes juga menyatakan bahwa Laboratorium Balitbangkes Kemenkes RI telah memiliki kemampuan untuk melakukan pemeriksaan virus Ebola. Hal ini selaras dengan pernyataan Kepala Badan Penelitian dan Pengembangan Kesehatan (Balitbangkes) Kemenkes RI, Prof. dr. Tjandra Yoga Aditama, Sp.P, MARS, DTM&H, DTCE, dalam surat elektroniknya kepada Pusat Komunikasi Publik, Minggu (3/8).

Menurut Prof. Tjandra, pemeriksaan laboratorium untuk deteksi virus dapat dilakukan diantaranya dengan tes antigen detection dan serum neutralization; antibody-capture enzyme-linked immunosorbent assay (ELISA); reverse transcriptase polymerase chain reaction (RT-PCR) assay; electron microscopy; dan Evirus isolation dengan cell culture.

sumber : website www.depkes.go.id dan email kontak@depkes.go.id.

Meski Jumlah Pemudik Meningkat, Angka KLL Menurun

Evaluasi arus mudik lebaran tahun 2014 dinilai cukup bagus, karena meskipun angka pemudik meningkat, namun angka kecelakaan berkurang dan angka kematian pun berkurang.

Demikian disampaikan Menteri Kesehatan RI, dr. Nafsiah Mboi, Sp.A, MPH, saat memberikan keterangan kepada media di sela-sela kegiatan silaturahmi bersama keluarga besar karyawan/wati Kementerian Kesehatan RI di kantor Kemenkes RI, Jakarta (4/8).

Laporan Posko Lebaran Sehat Kemenkes RI hingga H+5 lebaran menyampaikan jumlah kecelakaan pada arus mudik lebaran 2014 tercatat sebanyak 2.595 kejadian, menurun 18,16% dibandingkan angka kecelakaan pada arus mudik lebaran tahun 2013 yaitu 3.171 kejadian. Adapun jumlah korban meninggal dunia tercatat 598 orang (lebih rendah 17,29% dibanding jumlah korban tahun 2013 yakni 723 orang); korban luka berat sebanyak 831 orang (lebih rendah 26,19% dibanding tahun 2013 yaitu 1126 orang); dan korban luka ringan sebanyak 3.270 orang (lebih rendah 19,58% dibanding tahun 2013  yaitu 4.066 orang).

Sementara itu, data gabungan dari 4 Dinas Kesehatan Provinsi, 14 Dinas Kesehatan kabupaten/Kota, 25 Kantor Kesehatan Pelabuhan (KKP) dan 6 Balai Teknik Kesehatan Lingkungan dan Pemberantasan Penyakit Menular (BBTKL PPM), melaporkan jumlah total kejadian penyakit yang ditangani Posko Kesehatan sampai H+5 lebaran tercatat sebanyak 6.183 orang, dengan rincian sebagai berikut: Infeksi Saluran Pernafasan Atas (1.166 orang); hipertensi (525 orang); Demam (392); Cephalgia (382 orang); Gastritis (616 orang); Diare (377 orang); Mialgia (620 orang); Conjungtivis (71 orang); Jantung (69 orang); Trauma atau luka (144 orang); Penyakit lain (1.439 orang); Cek tekanan darah (283 orang); dan Cek kehamilan (99 orang).

“Berarti, melalui pesan kesadaran kepada masyarakat agar mudik sehat selamat, kegiatan pemeriksaan sopir angkutan, penambahan jumlah posko kesehatan, serta disediakannya sarana kereta api dan kapal laut untuk mengangkut pemudik menggunakan sepeda motor,  tentu ini sangat membantu”, tandas Menkes.

Sumber : website www.depkes.go.id dan email kontak@depkes.go.id.