Meski Jumlah Pemudik Meningkat, Angka KLL Menurun

Evaluasi arus mudik lebaran tahun 2014 dinilai cukup bagus, karena meskipun angka pemudik meningkat, namun angka kecelakaan berkurang dan angka kematian pun berkurang.

Demikian disampaikan Menteri Kesehatan RI, dr. Nafsiah Mboi, Sp.A, MPH, saat memberikan keterangan kepada media di sela-sela kegiatan silaturahmi bersama keluarga besar karyawan/wati Kementerian Kesehatan RI di kantor Kemenkes RI, Jakarta (4/8).

Laporan Posko Lebaran Sehat Kemenkes RI hingga H+5 lebaran menyampaikan jumlah kecelakaan pada arus mudik lebaran 2014 tercatat sebanyak 2.595 kejadian, menurun 18,16% dibandingkan angka kecelakaan pada arus mudik lebaran tahun 2013 yaitu 3.171 kejadian. Adapun jumlah korban meninggal dunia tercatat 598 orang (lebih rendah 17,29% dibanding jumlah korban tahun 2013 yakni 723 orang); korban luka berat sebanyak 831 orang (lebih rendah 26,19% dibanding tahun 2013 yaitu 1126 orang); dan korban luka ringan sebanyak 3.270 orang (lebih rendah 19,58% dibanding tahun 2013  yaitu 4.066 orang).

Sementara itu, data gabungan dari 4 Dinas Kesehatan Provinsi, 14 Dinas Kesehatan kabupaten/Kota, 25 Kantor Kesehatan Pelabuhan (KKP) dan 6 Balai Teknik Kesehatan Lingkungan dan Pemberantasan Penyakit Menular (BBTKL PPM), melaporkan jumlah total kejadian penyakit yang ditangani Posko Kesehatan sampai H+5 lebaran tercatat sebanyak 6.183 orang, dengan rincian sebagai berikut: Infeksi Saluran Pernafasan Atas (1.166 orang); hipertensi (525 orang); Demam (392); Cephalgia (382 orang); Gastritis (616 orang); Diare (377 orang); Mialgia (620 orang); Conjungtivis (71 orang); Jantung (69 orang); Trauma atau luka (144 orang); Penyakit lain (1.439 orang); Cek tekanan darah (283 orang); dan Cek kehamilan (99 orang).

“Berarti, melalui pesan kesadaran kepada masyarakat agar mudik sehat selamat, kegiatan pemeriksaan sopir angkutan, penambahan jumlah posko kesehatan, serta disediakannya sarana kereta api dan kapal laut untuk mengangkut pemudik menggunakan sepeda motor,  tentu ini sangat membantu”, tandas Menkes.

Sumber : website www.depkes.go.id dan email kontak@depkes.go.id.

0 comments:

Post a Comment