Menkes RI panelis pada peluncuran Global Nutrition Report (GNR) 2015

Bertempat di Hearst Building 57 st, 8 Ave New York, Menteri Kesehatan RI Prof. DR. dr. Nila F. Moeloek, Sp. M (K) bertindak selaku salah satu panelis dalam peluncuran Global Nutrition Report (GNR) 2015, 22 September 2015. Selain Menkes RI hadir pula empat panelis yakni David Miliband President and CEO of the International Rescue Committee, Graca Machel, Etherin (ED WFP), Lawrence Haddad, IFRI Researcher, and Corinna Hawkes, Co-chairs of the Global Nutrition Report dan perwakilan dari Tanzania.

Dalam Peluncuran GRN yang diselenggarakan oleh International Food Policy Tesearch Institute (IFPRI), Menkes menekankan kepeduliannya dengan “Beban ganda malnutrisi” dan dampaknya yang memerlukan biaya besar dan merugikan kesehatan, perkembangan kognitif dan produktifitas Sumber daya manusia. Angka kekurangan gizi di Indonesia masih tinggi, namun sudah ada penurunan dan peralihan ke diet, termasuk diet lemak dan gula. Kondisi ini mengarah pada peningkatan yang mengkhawatirkan untuk risiko penyakit tidak menular, karena kegemukan dan kurang gizi dapat terjadi di lingkungan masyarakat yang sama, keluarga dan bahkan individu yang sama.

Menjawab tantangan beban ganda, sistem kesehatan kita sekarang harus menghadapi kurang dan kelebihan gizi. Di masa lalu, strategi untuk menghadapi kekurangan gizi dan kelebihan gizi sering dilakukan dan dipromosikan masing-masing, terpisah antar bagian dalam Kementerian Kesehatan, karena dua bagian ini tidak berkaitan langsung. Tantangan signifikan dalam program penurunan angka kekurangan gizi, tidak selalu sejalan dengan upaya penurunan kelebihan gizi, ujar Menkes.

Lebih lanjut Menkes mengatakan bahwa agar lebih efektif, diperlukan penyatuan pendekatan dan integrasi dalam pelaksanaan kegiatan mengatasi kekurangan gizi dan kelebihan gizi. Program harus secara bersama-masa mempromosikan makanan bergizi dan gaya hidup sehat. Kualitas diet yang baik, mencukupi kebutuhan energi dan nutrisi, dengan pengurangan konsumsi lemak, sodium dan gula , bermanfaat untuk yang berisiko pada kekurangan gizi atau kelebihan gizi.

Beban ganda malnutrisi tidak dapat diatasi oleh sektor kesehatan sendiri, keterlibatan multi-sektor dan komitraan sangat penting. Termasuk upaya mempromosikan produksi buah, sayuran dan kacang-kacangan, khususnya produksi lokal; ketersediaan air bersih, sanitasi dan kebersihan; pemberdayaan perempuan, tukas Menkes

Upaya Indonesia terkait tantangan global pada nutrisi tercantum dalam Peraturan Pemerintah (PP) No, 42 tahun 2013, tentang Gerakan Nasional Akselerasi Peningkatan Nutrisi, penjabarannya tercantum dalam Rencana Pembangunan Jangka Menengah Nasional (RPJMN) untuk mengukur tingkat kesejahteraan masyarakat.

Mengemuka dalam diskusi panel

Enam hal yang mewarnai proses diskusi panel yaitu pertama, gizi memerlukan banyak sumber daya, tidak hanya dari donor tetapi juga dari mobilisasi masyarakat, kedua, solusi untuk permasalahan gizi tidak hanya oleh satu sektor kesehatan saja, ketiga, banyak orang berfikir bahwa masalah gizi hanya ada pada kelompok rawan dan pengungsi saja akan tetapi masalah gizi ada dimana-mana, keempat, gizi adalah pembangunan sumber daya manusia dan merupakan investasi, untuk itu harus dipastikan semua sektor berinvestasi kepada gizi, kelima, Indikator gizi seharusnya tidak hanya mengacu kepada indikator WHO akan tetapi setiap masyarakat mempunyai indikator sendiri untuk masalah gizinya, keenam, data gizi merupakan isu besar yang dihadapi saat ini.

Simpulan

Lima simpulan panel yang dihasilkan adalah Pertama, Menguatkan komitmen pemerintah di semua sektor dan semua pihak (partnership) untuk bersama-sama berinvestasi pada gizi, baik dalam penganggaran dan implementasi kegiatan, Kedua, Peningkatan alokasi anggaran bagi gizi dari berbagai sumber (pemerintah dan donor), Ketiga, Ketersediaan data yang akuntabel akan menghasilkan intervensi yang terarah, Keempat, Implementasi kegiatan yang konkrit dalam mengatasi masalah gizi. Jangan terlalu lama fokus kepada dokumen kebijakan tetapi lebih fokus kepada apa yang bisa kita lakukan sesuai dengan spesifik masalah di masing-masing wilayah, Kelima, Industri makanan menjadi tantangan besar dalam masalah gizi, bagaimana menyikapi hal ini dengan bijak. sumber: sehatnegeriku.com

Info Parenting menarik bagi orangtua: http://berandasehat.com/milna-bubur/

Deklarasi Stop BAB Sembarangan oleh 12 Kades Kecamatan Siempat Nempu Hulu

Sabtu Pagi, (13/6) Menteri Kesehatan RI, Prof. Dr. dr. Nila Djuwita Moelek, Sp.M (K) saksikan deklarasi stop BAB sembarangan oleh 12 Kades se Kecamatan Siempat Nempu Hulu di Lapangan Sekolah Dasar, Desa Silumboyah, Kecamatan Siempat Nempu Hulu, Kabupaten Dairi, Sumatera Utara.



Pencanangan Stop BAB Sembarangan di Kecamatan Siempat Nempu Hulu sudah di mulai sejak tahun 2012. Sejak tahun 2014 program ini dilaksanakan secara Swadaya Masyarakat tanpa bantuan Pemerintah. Sehingga di tahun 2015 ini target 100 persen Stop BAB Sembarangan dapat terpenuhi. Saat ini terdapat 12 Desa dan 4. 437 kepala keluarga di Kecamatan ini, telah mempunyai jamban di rumah masing-masing.  Dengan rincian 63 persen merupakan jamban semi permanen, dan sisanya 37 persennya memiliki jamban permanen di masing-masing rumah

Pada Sambutannya Menkes menyatakan, berdasarkan hasil studi Indonesian Sanitation Sector Development Program, 47% masyarakat Indonesia masih berperilaku BAB sembarangan. Sanitasi Total Berbasis Masyarakat (STBM) merupakan salah satu strategi pemerintah sebagai upaya percepatan perubahan perilaku masyarakat dalam penyediaan air minum dan sanitasi yang layak.

“Upaya ini memerlukan keterlibatan fasilitator masyarakat khususnya pada kegiatan pemicuan perubahan perilaku. Kita patut bersyukur bahwa tenaga fasilitator masyarakat, baik dari tenaga sanitarian Puskesmas maupun dari masyarakat saat ini keberadaannya telah tersebar di seluruh kecamatan di tanah air”, ujarnya.

Ia melanjutkan, WHO memperkirakan bahwa sanitasi dan air minum yang layak dapat mengurangi risiko terjadinya diare hingga 94%. Bank Dunia pada 2007 memperkirakan bahwa bangsa Indonesia dapat mengalami kerugian negara mencapai 40 triliyun rupiah apabila kondisi sanitasi yang baik tidak terwujud.

Hasil Riskesdas 2010, jelas Menkes menunjukkan bahwa diare masih merupakan pembunuh nomor satu untuk kematian Balita di Indonesia dan menyumbang 42% dari penyebab kematian bayi usia 0-11 bulan. Demikian pula hasil Riskesdas 2013 menunjukkan angka insidens diare pada Balita sebesar 6,7%. Angka ini masih tinggi dan masih merupakan masalah kesehatan masyarakat.

Sanitasi dan air minum yang layak memberi kontribusi langsung terhadap kualitas kehidupan manusia di seluruh siklus kehidupannya, mulai dari bayi, balita, anak sekolah, remaja, kelompok usia kerja, ibu hamil dan kelompok lanjut usia. Perwujudan manusia Indonesia yang berkualitas merupakan cita-cita bangsa Indonesia, sebagaimana tercantum dalam Nawacita ke lima.

Pada kesempatan terpisah, Bupati Dairi berharap dengan terbebasnya Kecamatan Siempat Nempu Hulu dari BAB Sembarangan dapat menjadi contoh bagi kecamatan-kecamatan lain di Kabupaten Dairi. Sehingga, target Sanitasi Total Berbasis Masyarakat (STBM) dapat selesai di laksanakan pada tahun 2019.

Sebagai dorongan bagi warga agar terbebas dari perilaku BAB sembarangan, Bupati Dairi memiliki trik khusus yaitu, memberikan bantuan khusus di bidang infrastruktur bagi Kecamatan yang sudah dinyatakan 100 persen bebas dari BAB Sembarangan.

“Jadi kami selalu berikan motivasi khusus kepada masyarakat. Motivasinya adalah dengan memprioritaskan pembangunan infrastruktur seperti jalanan di kecamatan yang sudah bebas dari BAB Sembarangan 100%” ujarnya.

Sebelum mengakhiri sambutannya Menkes mengingatkan bahwa Deklarasi ini merupakan komitmen bersama untuk meninggalkan perilaku tidak sehat khususnya BAB Sembarangan, dan mempertahankan serta terus membudayakan perilaku hidup bersih dan sehat, khususnya Stop BAB Sembarangan. Selain itu, Deklarasi ini hendaknya juga dapat memicu semangat bagi desa-desa di kecamatan lain untuk mengikuti langkah dan upaya yang sangat baik ini

Hadir pada acara tersebut, Bupati Dairi, Kadinkes Prov. Sumatera Utara, Pejabat Eselon I di lingkungan Kemenkes, para tokoh adat dan tokoh masyarakat. Selain itu,  nampak pula ratusan warga setempat memenuhi acara

Diujung acara, Menkes lakukan cuci tangan bersama dengan belasan perwakilan murid SD ke Kecamatan Siempat Nempu Hulu dan melepas balon sebagai tanda pencanangan PHBS di kecamatan tersebut.

The post Deklarasi Stop BAB Sembarangan oleh 12 Kades Kecamatan Siempat Nempu Hulu appeared first on Sehat Negeriku.

Klarifikasi Siaran Pers PB Ikatan Dokter Indonesia (IDI) Menyikapi Wafatnya Dokter PTT

Kementerian Kesehatan menyampaikan rasa dukacita yang mendalam atas wafatnya dr. Dhanny Elya Tangke yang bertugas sebagai dokter Pegawai Tidak Tetap  (PTT) di Kabupaten Pegunungan Bintang, Propinsi Papua pada 13 Mei 2015 karena malaria.

Berdasarkan Undang-Undang Nomor 13 Tahun 2003 tentang ketenagakerjaan pasal 192 bahwa Undang-Undang Nomor 8 Tahun 1961 tentang wajib kerja sarjana dinyatakan tidak berlaku lagi, maka penempatan dokter PTT saat ini bersifat sukarela. Sehubungan dengan penempatan lokasi dinas Alm. dr. Dhanny yang memang terkenal dengan kasus malaria tentu tidak memungkiri jika profesi dokter kadang berada pada risiko tinggi, termasuk nyawa.

Sebelum menjalankan tugasnya, seluruh dokter tentu harus diberikan pembekalan agar siap menghadapi risiko yang mungkin terjadi di lokasi tugas. Pembekalan tersebut dibagi menjadi dua. Pembekalan pertama diberikan di Provinsi lulusan oleh Kementerian Kesehatan dengan materi proses administrasi PTT, hak dan kewajiban, proses penerbitan rekening gaji dan BPJS Kesehatan. Dinas Kesehatan Provinsi juga memberikan materi mekanisme pemberangkatan dan pembayaran biaya perjalanan dokter/ dokter gigi PTT. Pembekalan kedua diberikan di Provinsi Penugasan oleh Dinas Kesehatan Provinsi dengan materi yang diberikan antara lain kondisi geografis, kasus-kasus penyakit yang sering terjadi, dan program kesehatan yang harus dilaksanakan.

Selama menjalankan tugasnya, para dokter PTT diberikan jaminan keselamatan dan keamanan oleh Pemerintah Daerah. Hal tersebut sesuai dengan Peraturan Menteri  Kesehatan Nomor 7 Tahun 2013 tentang pedoman pengangkatan dan penempatan dokter dan bidan sebagai PTT pasal 16 butir a, bahwa Pemerintah daerah kabupaten/ kota berkewajiban menjamin keselamatan dan keamanan bagi Dokter dan Bidan sebagai PTT dalam melaksanakan tugas.

Selain itu, dokter PTT yang bertugas akan menjadi peserta BPJS Kesehatan (sebelumnya Askes) dan apabila meninggal dunia akan diberikan uang duka. Hal tersebut sesuai dengan Peraturan Menteri Kesehatan Nomor 7 Tahun 2013 tentang pedoman pengangkatan dan penempatan dokter dan bidan sebagai PTT. Dokter PTT juga berhak memperoleh jaminan pemeliharaan kesehatan (Asuransi Kesehatan) sesuai pasal 14 ayat 1 butir c. Terkait hal ini juga diatur dalam pasal 18 ayat 1 bahwa Dokter dan Bidan sebagai PTT yang tewas dalam melaksanakan tugas kewajibannya akan diberikan uang duka tewas sebesar 12 (dua belas) kali penghasilan terakhir kepada ahli warisnya dan dilaksanakan sesuai dengan ketentuan peraturan perundang-undangan yang berlaku. Lebih lanjut dalam ayat 2 juga dijelaskan bahwa Dokter dan Bidan sebagai PTT yang wafat pada waktu menjalankan masa penugasan akan diberikan uang duka wafat sebesar 6 (enam) kali penghasilan terakhir kepada ahli warisnya dan dilaksanankan sesuai dengan ketentuan perundang-undangan yang berlaku. Sedangkan untuk Asuransi Jiwa belum dapat diberikan kepada dokter PTT karena mengacu pada hak yang diberikan kepada PNS bahwa sampai saat ini untuk PNS belum mendapatkan asuransi jiwa.

Sebagai penghormatan terakhir kepada Alm. dr. Dhanny Elya Tangke, pada hari kamis tanggal 14 Mei 2015 bertempat di Kantor Kesehatan Pelabuhan Kelas I Makassar dilaksanakan serah terima jenazah dari Kementerian Kesehatan yang diwakili oleh Kepala Biro Kepegawaian kepada orang tua kandung Almarhum dengan disaksikan oleh perwakilan dari IDI, Universitas Hasanuddin, Ikatan Keluarga Alumni Universitas Hasanuddin dan keluarga Almarhum. Selain itu juga diserahkan piagam penghargaan Satya Lancana Karya Satya Arutala, uang duka sebesar 6 (enam) kali penghasilan terakhir dan biaya evakuasi jenazah dari Jayapura Papua sampai ke Tana Toraja Sulawesi Selatan.

Kepergian Almarhum dr. Dhanny diharapkan tidak akan menyurutkan semangat para dokter muda Indonesia lainnya yang siap berangkat ke daerah terpencil, tetapi lebih memotivasi lagi para dokter muda untuk berkontribusi demi memajukan kesehatan bangsa dan negara.

Original Source: http://sehatnegeriku.com/

Program Nusantara Sehat untuk Perkuat Pelayanan Kesehatan

Pada tanggl 3 Februari 2015, Kemenkes meluncurkan Program Nusantara Sehat (NS). Program ini diluncurkan sebagai salah satu prioritas kunci Kemenkes selama 5 tahun kedepan. Program NS adalah program penguatan pelayanan kesehatan primer yang fokus pada upaya promotif, preventif, dengan berbasis pada tim.


“Intervensi berbasis tim pada fasilitas layanan kesehatan ini merupakan suatu terobosan, karena tim-tim ditempatkan langsung diwilayah-wilayah terpencil dimana suatu sistem kegiatan bisnis akan dikembangkan di Puskesmas terpencil tersebut,” jelas Menkes Nila F. Moeloek pada acara Rapat Koordinasi Teknis (Rakontek)  Bina Upaya Kesehatan Dasar (BUKD), di Jakarta (25/3).
Tujuan utama program NS adalah mewujudkan layanan kesehatan primer yang dapat dijangkau oleh setiap anggota masyarakat, terutama oleh mereka yang berada di wilayah-wilayah terpencil di berbagai pelosok Nusantara.

Tim NS adalah para tenaga profesional kesehatan dengan latar belakang medis seperti dokter, perawat, bidan, tenaga kesehatan masyarakat, tenaga kesehatan lingkungan, ahli teknologi laboratorium medik, tenaga gizi, dan tenaga kefarmasian yang berusia di bawah 30 tahun. Besaran gaji/insentif bagi tenaga kesehatan penugasan khusus berbasis tim (team based)  adalah sebesar Rp.7.850.000,- ( Tujuh Juta delapan ratus lima puluh ribu rupiah) untuk dokter umum dan dokter gigi, sedangkan untuk Bidan/perawat/Tenaga kesehatan Lingkungan/Tenaga Gizi/ Ahli Teknologi Laboratorium Medik/ Tenaga kefarmasian / Tenaga Kesehatan Masyarakat sebesar Rp. 4.400.000,- (Empat Juta Empat Ratus Ribu Rupiah). Besaran gaji/insentif tenaga kesehatan penugasan khusus berbasis tim (Team based) dalam mendukung program Nusantara Sehat ditetapkan oleh Menteri Kesehatan atas persetujuan Menteri Keuangan.

Tim pertama NS akan mulai bertugas pada tanggal 29 April 2015 hingga 2 tahun ke depan. Proses perekrutan telah dilakuan secara online dan direct assessment. Proses seleksi calon berdasarkan resume, tes tertulis, wawancara tatap muka, tes psikologi serta Focus Group Discussion (FGD) untuk menilai individu dalam dinamika kelompok. Bagi peserta yang telah lulus seleksi akan diberi pelatihan dan pembekalan oleh Pusdiklat Aparatur Kemenkes bekerja sama dengan Armabar, Fakultas Kedokteran UI dan RSCM serta Puskesmas.

Pada tahun 2015, lokus program NS direncanakan di Puskesmas kecamatan yang berbatasan langsung dengan negara tetangga baik darat dan laut di 48 kab/Kota pada 15 Provinsi yaitu Aceh, Sumut, Riau, Kepri, Bengkulu, NTT, Kalbar, Kaltim, Kaltara, Sulut, Sulteng, Maluku Utara, Maluku, Papua dan Papua Barat.

Dalam kegiatan Rakontek BUKD ini dilakukan penandatanganan komitmen mendukung Program NS oleh 48 Bupati/Walikota dari 15 provinsi lokus, disaksikan Menkes. Dukungan yang diharapkan dari Bupati/Walikota untuk keberhasilan program NS diantaranya adalah 1) Menjamin keselamatan dan keamanan tenaga kesehatan penugasan khusus berbasis tim (team based); 2) Menyediakan sarana, prasarana, dan fasilitas tempat tinggal yang layak untuk menunjang pelaksanaan tugas; 3) Menerbitkan Surat Izin Praktik (SIP) untuk tenaga kesehatan penugasan khusus berbasis tim (team based) dalam mendukung program NS sesuai ketentuan peraturan perundang-undangan.

Sumber : http://sehatnegeriku.com/program-nusantara-sehat-untuk-perkuat-pelayanan-kesehatan/

Cara Mencegah dan Menangani Anak Diare

Diare atau sering disebut dengan nama diarrhea adalahs alah satu penyakit ketika penderita mengalami rang*sangan buang air besar yang berlebihan dan terus-menerus dengan tinja atau feses masih memiliki kandungan air yang berlebih. Pada umumnya, diare disebabkan oleh adanya infeksi di dalam usus anak
Cara Mencegah dan Menangani Anak Diare - Diare atau sering disebut dengan nama diarrhea adalah salah satu penyakit ketika penderita mengalami rang*sangan buang air besar yang berlebihan dan terus-menerus dengan tinja atau feses masih memiliki kandungan air yang berlebih. Pada umumnya, diare disebabkan oleh adanya infeksi di dalam usus anak. Namun, pada sebagian anak, diare bisa disebabkan oleh adanya intoleransi laktosa atau flora bakterial di dalam usus sehingga diare terjadi dalam jangka waktu yang lama.

Frekuensi buang air besar pada bayi dan anak biasanya bervariasi. Jika buang air terjadi secara terus menerus melebihi frekuensi normal sehari-hari maka bayi atau anak harus segera diperiksakan kepada ahli medis terdekat.

Diare bisa menjadi sangat berbahaya karena penderita diare akan mengalami dehidrasi atau kekurangan cairan akibat hilangnya cairan tubuh bersama tinja. Asupan cairan tubuh harus segera dipenuhi. Jika diperlukan, cairan itu dimasukkan melalui infus yang disertai dengan obat dan gizi.

Tindakan oleh tim medis sangat diperlukan secepatnya. Pada sebagian kasus, diare yang disebabkan oleh infeksi yang parah dapat mengakibatkan munculnya darah dalam tinja. Jika dibiarkan berkepanjangan, anak akan mengalami gangguan pertumbuhan tubuh, berat badan tidak bisa naik, bahkan berkurang. Jika diare berlangsung berkepanjangan, anak harus diperiksakan secara intensif ke dokter.

Gejala dan Cara Mengetahui Serangan Diare

  • Buang air besar terus-menerus.
  • Rasa mulas yang berkepanjangan.
  • Dehidrasi.
  • Mual.
  • Muntah.
  • Munculnya pegal-pegal pada punggung.
  • Perut sering berbunyi.

Cara Mencegah dan Menangani Anak yang Terserang Diare
  1. Pencegahan bisa dilakukan dengan memelihara kebersihan diri dan lingkungan. Membersihkan rumah setiap hari, membersihkan halaman, membersihkan bak mandi secara berkala, membuang sampah di tempat sampah, menutup rapat tempat sampah.
  2. Pengobatan dilakukan dengan berkonsultasi ke dokter. Pada tahap awal yang perlu dilakukan adalah menjaga agar anak tetap terpenuhi kebutuhan cairan dan nutrisi agar mudah mengembalikan kesegaran dan kekebalan tubuh mereka. pengobatan lanjutan atau pada kasus diare yang lebih parah perlu mendapatkan resep dari dokter untuk kesesuaian dosisnya.
  3. Pada tahap diare yang lebih parah biasanya pasien disarankan untuk rawat inap di rumah sakit.

Cara Mencegah dan Menangani Anak yang Terserang Demam Berdarah

Cara Mencegah dan Menangani Anak yang Terserang Demam Berdarah - Demam berdarah merupakan penyakit yang ditandai dengan demam tinggi disertai dengan perdarahan dalam fase akut. Penyakit ini disebabkan oleh virus dengue yang dibawa oleh nyamuk aedes aegypti dan biasa terjadi di daerah tropis yang lembap.

Demam berdarah merupakan penyakit yang ditandai dengan demam tinggi disertai dengan perdarahan dalam fase akut


Gejala dan Cara Mengetahui Serangan Demam Berdarah
  • Demam tinggi disertai munculnya ruam atau bintik merah di kulit
  • Uji serologi untuk mengetahui keberadaan antibodi terhadap virus dengue.
  • Tes darah di laboratorium untuk menghitung jumlah sel darah merah, sel darah putih, dan trombosit.
  • Iji inhibisi hemaglutinasi, uji ELSA, dan reaksi berantai polimerase reverse transcriptase di laboratorium. Masing-masing untuk mengetahui keberadaan antigen, antibodi, atau asam nukleat spesifik terhadap virus dengue.
Tips Pencegahan dan Penanganan Demam Berdarah
  • Pencegahan bisa dilakukan dengan memelihara kebersihan diri dan lingkungan. Membersihkan rumah setiap hari, meniadakan baju dan benda tergantung lain, membersihkan halaman, membersihkan bak mandi secara berkala, membuang air tergenang, yang kesemuanya dimaksudkan untuk meniadakan keberadaan dan perkembangan nyamuk aedes aegypti.
  • Pengobatan dilakukan dengan berkonsultasi ke dokter. Pada tahap awal yang perlu dilakukan adalah menjaga agar anak tetap terpenuhi kebutuhan cairan dan nutrisi agar mudah mengembalikan kesegaran dan kekebalan tubuh mereka. Pengobatan lanjutan pada kasus demam berdarah yang lebih parah perlu mendapatkan resep dari dokter untuk kesesuaian dosisnya.
  • Pada tahap demam berdarah yang lebih parah biasanya pasien disarankan untuk rawat inap di rumah sakit.

Penyakit Asma Pada Anak dan Cara Penanganannya

Penyakit Asma Pada Anak dan Cara Penanganannya - Asma merupakan penyakit yang ditandai dengan kesulitan bernapas pada penderitanya. Asma disebabkan oleh penyempitan saluran napas di paru-paru selama beberapa waktu. Oleh karenanya saat kambuh, penderita asma sering berbunyi 'ngik-ngik'. Sambil terlihat berat ketika mengambil napas dan mengembuskannya.


Penyebab Asma ---------
  • Batuk kering ketika ada dahak yang sulit untuk dikeluarkan.
  • Alergi terhadap makanan, zat asing, atau lingkungan tertentu. Misalnya saja ada anak yang mengalami asma karena alergi debu, alergi kapuk, alergi susu sapi, atau alergi dingin.
  • Faktor genetis atau keturunan bahwa ada orang tua atau kakek-nenek yang mengalami asma.

Pencegahan Asma-------------------
  • Pencegahan terhadap kecendrungan terkena asma hanya bisa dilakukan dengan menghindarkan diri dari berbagai faktor penyebab alergi. Misalnya bagi anak-anak yang terserang asma karena alergi dingin, sebaiknya orang tua mengajaknya untuk tinggal di daerah serta lingkungan yang hangat.

Pengobatan Asma-------------
Pengobatan Asma perlu dilakukan secara serius dan sesuai dengan nasihat dokter. Oleh karena penyebab asma adalah faktor alergi, jadi asma biasanya tidak diobati dengan antibiotik. Ada beberapa cara pemberian obat asma, yaitu dengan oral (diminum), dengan inhaler (dihirup), dan dengan nebulizer (diberikan uap hangat) . Bagaimanapun cara pengobatannya, hendaknya orangtua perlu cermat untuk memilih dokter yang benar-benar terampil dan bisa diandalkan.
  • Apakah anak yang memiliki penyakit asma bisa disembuhkan? Sejauh ini pengobatan dilakukan untuk mengurangi dampak alergi yang ditimbulkan sehingga menyebabkan asma. Sedangkan asma sendiri tidak bisa disembuhkan secara total. Hanya saja pada usia tertentu, ketika alergi pada anak sudah hilang maka secara otomatis penyakit mereka juga akan hilang.
  • Bolehkah anak yang berpenyakit asma berolahraga? Olahraga ringan di pagi hari sangat dianjurkan agar anak terbiasa melakukan aktivitas sehat. Olahraga dilakukan saat tidak terjadi serangan asma tentunya. Selain jalan sehat, berenang juga dianjurkan bagi penderita asma untuk menguatkan pernapasan mereka.