Deklarasi Stop BAB Sembarangan oleh 12 Kades Kecamatan Siempat Nempu Hulu

Sabtu Pagi, (13/6) Menteri Kesehatan RI, Prof. Dr. dr. Nila Djuwita Moelek, Sp.M (K) saksikan deklarasi stop BAB sembarangan oleh 12 Kades se Kecamatan Siempat Nempu Hulu di Lapangan Sekolah Dasar, Desa Silumboyah, Kecamatan Siempat Nempu Hulu, Kabupaten Dairi, Sumatera Utara.



Pencanangan Stop BAB Sembarangan di Kecamatan Siempat Nempu Hulu sudah di mulai sejak tahun 2012. Sejak tahun 2014 program ini dilaksanakan secara Swadaya Masyarakat tanpa bantuan Pemerintah. Sehingga di tahun 2015 ini target 100 persen Stop BAB Sembarangan dapat terpenuhi. Saat ini terdapat 12 Desa dan 4. 437 kepala keluarga di Kecamatan ini, telah mempunyai jamban di rumah masing-masing.  Dengan rincian 63 persen merupakan jamban semi permanen, dan sisanya 37 persennya memiliki jamban permanen di masing-masing rumah

Pada Sambutannya Menkes menyatakan, berdasarkan hasil studi Indonesian Sanitation Sector Development Program, 47% masyarakat Indonesia masih berperilaku BAB sembarangan. Sanitasi Total Berbasis Masyarakat (STBM) merupakan salah satu strategi pemerintah sebagai upaya percepatan perubahan perilaku masyarakat dalam penyediaan air minum dan sanitasi yang layak.

“Upaya ini memerlukan keterlibatan fasilitator masyarakat khususnya pada kegiatan pemicuan perubahan perilaku. Kita patut bersyukur bahwa tenaga fasilitator masyarakat, baik dari tenaga sanitarian Puskesmas maupun dari masyarakat saat ini keberadaannya telah tersebar di seluruh kecamatan di tanah air”, ujarnya.

Ia melanjutkan, WHO memperkirakan bahwa sanitasi dan air minum yang layak dapat mengurangi risiko terjadinya diare hingga 94%. Bank Dunia pada 2007 memperkirakan bahwa bangsa Indonesia dapat mengalami kerugian negara mencapai 40 triliyun rupiah apabila kondisi sanitasi yang baik tidak terwujud.

Hasil Riskesdas 2010, jelas Menkes menunjukkan bahwa diare masih merupakan pembunuh nomor satu untuk kematian Balita di Indonesia dan menyumbang 42% dari penyebab kematian bayi usia 0-11 bulan. Demikian pula hasil Riskesdas 2013 menunjukkan angka insidens diare pada Balita sebesar 6,7%. Angka ini masih tinggi dan masih merupakan masalah kesehatan masyarakat.

Sanitasi dan air minum yang layak memberi kontribusi langsung terhadap kualitas kehidupan manusia di seluruh siklus kehidupannya, mulai dari bayi, balita, anak sekolah, remaja, kelompok usia kerja, ibu hamil dan kelompok lanjut usia. Perwujudan manusia Indonesia yang berkualitas merupakan cita-cita bangsa Indonesia, sebagaimana tercantum dalam Nawacita ke lima.

Pada kesempatan terpisah, Bupati Dairi berharap dengan terbebasnya Kecamatan Siempat Nempu Hulu dari BAB Sembarangan dapat menjadi contoh bagi kecamatan-kecamatan lain di Kabupaten Dairi. Sehingga, target Sanitasi Total Berbasis Masyarakat (STBM) dapat selesai di laksanakan pada tahun 2019.

Sebagai dorongan bagi warga agar terbebas dari perilaku BAB sembarangan, Bupati Dairi memiliki trik khusus yaitu, memberikan bantuan khusus di bidang infrastruktur bagi Kecamatan yang sudah dinyatakan 100 persen bebas dari BAB Sembarangan.

“Jadi kami selalu berikan motivasi khusus kepada masyarakat. Motivasinya adalah dengan memprioritaskan pembangunan infrastruktur seperti jalanan di kecamatan yang sudah bebas dari BAB Sembarangan 100%” ujarnya.

Sebelum mengakhiri sambutannya Menkes mengingatkan bahwa Deklarasi ini merupakan komitmen bersama untuk meninggalkan perilaku tidak sehat khususnya BAB Sembarangan, dan mempertahankan serta terus membudayakan perilaku hidup bersih dan sehat, khususnya Stop BAB Sembarangan. Selain itu, Deklarasi ini hendaknya juga dapat memicu semangat bagi desa-desa di kecamatan lain untuk mengikuti langkah dan upaya yang sangat baik ini

Hadir pada acara tersebut, Bupati Dairi, Kadinkes Prov. Sumatera Utara, Pejabat Eselon I di lingkungan Kemenkes, para tokoh adat dan tokoh masyarakat. Selain itu,  nampak pula ratusan warga setempat memenuhi acara

Diujung acara, Menkes lakukan cuci tangan bersama dengan belasan perwakilan murid SD ke Kecamatan Siempat Nempu Hulu dan melepas balon sebagai tanda pencanangan PHBS di kecamatan tersebut.

The post Deklarasi Stop BAB Sembarangan oleh 12 Kades Kecamatan Siempat Nempu Hulu appeared first on Sehat Negeriku.

Klarifikasi Siaran Pers PB Ikatan Dokter Indonesia (IDI) Menyikapi Wafatnya Dokter PTT

Kementerian Kesehatan menyampaikan rasa dukacita yang mendalam atas wafatnya dr. Dhanny Elya Tangke yang bertugas sebagai dokter Pegawai Tidak Tetap  (PTT) di Kabupaten Pegunungan Bintang, Propinsi Papua pada 13 Mei 2015 karena malaria.

Berdasarkan Undang-Undang Nomor 13 Tahun 2003 tentang ketenagakerjaan pasal 192 bahwa Undang-Undang Nomor 8 Tahun 1961 tentang wajib kerja sarjana dinyatakan tidak berlaku lagi, maka penempatan dokter PTT saat ini bersifat sukarela. Sehubungan dengan penempatan lokasi dinas Alm. dr. Dhanny yang memang terkenal dengan kasus malaria tentu tidak memungkiri jika profesi dokter kadang berada pada risiko tinggi, termasuk nyawa.

Sebelum menjalankan tugasnya, seluruh dokter tentu harus diberikan pembekalan agar siap menghadapi risiko yang mungkin terjadi di lokasi tugas. Pembekalan tersebut dibagi menjadi dua. Pembekalan pertama diberikan di Provinsi lulusan oleh Kementerian Kesehatan dengan materi proses administrasi PTT, hak dan kewajiban, proses penerbitan rekening gaji dan BPJS Kesehatan. Dinas Kesehatan Provinsi juga memberikan materi mekanisme pemberangkatan dan pembayaran biaya perjalanan dokter/ dokter gigi PTT. Pembekalan kedua diberikan di Provinsi Penugasan oleh Dinas Kesehatan Provinsi dengan materi yang diberikan antara lain kondisi geografis, kasus-kasus penyakit yang sering terjadi, dan program kesehatan yang harus dilaksanakan.

Selama menjalankan tugasnya, para dokter PTT diberikan jaminan keselamatan dan keamanan oleh Pemerintah Daerah. Hal tersebut sesuai dengan Peraturan Menteri  Kesehatan Nomor 7 Tahun 2013 tentang pedoman pengangkatan dan penempatan dokter dan bidan sebagai PTT pasal 16 butir a, bahwa Pemerintah daerah kabupaten/ kota berkewajiban menjamin keselamatan dan keamanan bagi Dokter dan Bidan sebagai PTT dalam melaksanakan tugas.

Selain itu, dokter PTT yang bertugas akan menjadi peserta BPJS Kesehatan (sebelumnya Askes) dan apabila meninggal dunia akan diberikan uang duka. Hal tersebut sesuai dengan Peraturan Menteri Kesehatan Nomor 7 Tahun 2013 tentang pedoman pengangkatan dan penempatan dokter dan bidan sebagai PTT. Dokter PTT juga berhak memperoleh jaminan pemeliharaan kesehatan (Asuransi Kesehatan) sesuai pasal 14 ayat 1 butir c. Terkait hal ini juga diatur dalam pasal 18 ayat 1 bahwa Dokter dan Bidan sebagai PTT yang tewas dalam melaksanakan tugas kewajibannya akan diberikan uang duka tewas sebesar 12 (dua belas) kali penghasilan terakhir kepada ahli warisnya dan dilaksanakan sesuai dengan ketentuan peraturan perundang-undangan yang berlaku. Lebih lanjut dalam ayat 2 juga dijelaskan bahwa Dokter dan Bidan sebagai PTT yang wafat pada waktu menjalankan masa penugasan akan diberikan uang duka wafat sebesar 6 (enam) kali penghasilan terakhir kepada ahli warisnya dan dilaksanankan sesuai dengan ketentuan perundang-undangan yang berlaku. Sedangkan untuk Asuransi Jiwa belum dapat diberikan kepada dokter PTT karena mengacu pada hak yang diberikan kepada PNS bahwa sampai saat ini untuk PNS belum mendapatkan asuransi jiwa.

Sebagai penghormatan terakhir kepada Alm. dr. Dhanny Elya Tangke, pada hari kamis tanggal 14 Mei 2015 bertempat di Kantor Kesehatan Pelabuhan Kelas I Makassar dilaksanakan serah terima jenazah dari Kementerian Kesehatan yang diwakili oleh Kepala Biro Kepegawaian kepada orang tua kandung Almarhum dengan disaksikan oleh perwakilan dari IDI, Universitas Hasanuddin, Ikatan Keluarga Alumni Universitas Hasanuddin dan keluarga Almarhum. Selain itu juga diserahkan piagam penghargaan Satya Lancana Karya Satya Arutala, uang duka sebesar 6 (enam) kali penghasilan terakhir dan biaya evakuasi jenazah dari Jayapura Papua sampai ke Tana Toraja Sulawesi Selatan.

Kepergian Almarhum dr. Dhanny diharapkan tidak akan menyurutkan semangat para dokter muda Indonesia lainnya yang siap berangkat ke daerah terpencil, tetapi lebih memotivasi lagi para dokter muda untuk berkontribusi demi memajukan kesehatan bangsa dan negara.

Original Source: http://sehatnegeriku.com/